Beredar Foto Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar

Komaruddin Bagja, Sindonews · Senin 29 Maret 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2385597 beredar-foto-pelaku-bom-gereja-katedral-makassar-HeKF4lGfs3.jpg Diduga dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar (foto: istimewa)

JAKARTA - Sesaat setelah terjadinya ledakan di depan gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, beredar foto diduga dua pelaku bom bunuh diri.

Berdasarkan informasi yang didapat, sebuah foto menunjukan seorang laki-laki berjaket cokelat muda, menggunakan sorban hitam dan putih, sedang mengendarai motor sekuter matic warna oranye dengan nomor polisi DD 5984 MD.

Baca juga:  Terkait Bom Gereja Katedral Makassar, Tim Densus Tangkap 4 Orang di Bima

Pria tersebut nampak membonceng wanita berbaju hitam. Foto tersebut diduga sebelum kedua pelaku melakukan aksinya, sementara foto lainnya terlihat motor tersebut hangus di bagian atas. Polisi juga sudah menemukan bagian kepala diduga pelaku bom bunuh diri.

Motor pelaku bom bunuh diri

Motor diduga milik pelaku bom bunuh diri (foto: istimewa)

Baca juga:  Ngebom di Jolo Filipina "> Kapolri Sebut "Pengantin" Gereja Katedral Makassar Pernah Ngebom di Jolo Filipina

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021).

Kapolri menyebut pelaku bom bunuh diri yang tewas sebanyak dua orang terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.

"Pelaku yang meninggal dunia ada 2 orang laki-laki dan perempuan," kata Jenderal Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini mengungkapkan, inisial pelaku berjenis kelamin laki-laki yakni L. Sementara untuk pelaku perempuan masih diidentifikasi.

"Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina," ungkap Sigit.

Jenderal Sigit pun mengungkapkan, aksi yang dilakukan bersangkutan saat ini, merupakan society boomber, dengan membawa ledakan cukup besar sehingga berpengaruh dengan daya ledaknya.

"Jadi kegiatan mereka terjadi saat ini, kita ketahui, adalah ledakan, adalah society bom, menggunakan jenis bom panci, dan itu terkait dengan pengungkapan," ungkap Sigit di Makassar, Minggu (28/3/2021).

Menurut dia, kepolisian selalu melihat alat bukti dan barang bukti, kemudian halal berkaitan dengan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut juga menjadi pertimbangan. Sehingga diputuskan, dilakukan pengembangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini