Mahfud MD: Bom di Gereja Katedral Meledak Setelah Sebagian Jemaatnya Pulang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 28 Maret 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 337 2385527 mahfud-md-bom-di-gereja-katedral-meledak-setelah-sebagian-jemaatnya-pulang-BqtpwT5vsW.jfif Lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar (foto: Sindo/Abdullah Nicolha)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku mendapat informasi yang berkaitan dengan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, pada pagi tadi.

Berdasarkan informasi yang diterima Mahfud, bom meledak setelah sebagian besar jemaat yang mengikuti ibadah di gereja tersebut sudah pulang.

Baca juga:  Bom di Gereja Katedral, Jokowi: Terorisme Tak Ada Kaitannya dengan Agama Apapun!

Informasi itu diterima Mahfud MD setelah berkoordinasi dan kontak langsung dengan sejumlah pimpinan penegak hukum yang diantaranya yakni, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan; Kapolri Jenderal Listyo Sigit; Kepala BNPT, Irjen Boy Rafli Amar; pimpinan TNI; Kapolda, hingga Kadensus 88.

"Bahwa ledakan itu terjadi setelah Misa kedua di Gereja Katedral Makassar. Di mana, sebagian besar masyarakat yang mengikuti ibadah tersebut sudah pulang," beber Mahfud saat konpers melalui akun resmi YouTube milik Kemenko Polhukam, Minggu (28/3/2021).

 Baca juga: Pascabom Katedral, Pengamanan Jelang Peringatan Wafatnya Isa Almasih & Paskah Diperketat

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan, peristiwa aksi bom bunuh diri itu berlangsung sekira pukul 09.30 WIB, tepat di depan Gereja Katedral Makassar. Akibat peristiwa itu, sebanya dua terduga pelaku bom bunuh diri meninggal di tempat. Sedangkan korban luka-luka, berjumlah 20 orang.

"Peristiwa ini sampai sekarang tercatat mengakibatkan dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tewas, serta sampai berita terakhir sore ini, sekitar 20 orang masyarakat dan petugas gereja Katedral luka, sehingga mereka ini dirawat di berbagai RS," ungkapnya.

"Mungkin saja masih akan bertambah kalau nanti ditemukan lagi orang-orang yang melapor karena terluka dari ledakan tersebut," imbuhnya.

Ditegaskan Mahfud, tindakan bom bunuh diri tersebut adalah perbuatan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas. Tindakan itu juga dapat menimbulkan korban secara massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital.

"Ini, menurut UU tersebut adalah kejahatan yang serius, yang membahayakan ideologi negara, keamanan negara, nilai-nilai kemanusiaan, dan berbagai kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini