Kenapa Aparat Belum Ungkap Identitas Pelaku Bom Gereja Katedral? Ini Kata Mahfud MD

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 28 Maret 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 337 2385524 kenapa-aparat-belum-ungkap-identitas-pelaku-bom-gereja-katedral-ini-kata-mahfud-md-45hUllDMbx.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Okezone)

JAKARTA - Pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum lainnya serta pemerintah, hingga saat ini belum mengungkap secara resmi identitas pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Pemerintah baru mengungkap bahwa aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dilakukan oleh dua orang. 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta agar masyarakat sabar dan maklum. Sebab, pengungkapan identitas hingga jaringan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar harus berhati-hati.

"Kami mohon permakluman masyarakat. Artinya, masyarakat harus maklum, jika aparat penegak hukum, atau lembaga-lembaga yang ditugaskan untuk menghadapi masalah terorisme ini, harus berhati-hati, karena memang menangani terorisme itu harus benar-benar berhati-hati," ungkap Mahfud MD saat konferensi pers melalui akun resmi YouTube milik Kemenko Polhukam, Minggu (28/3/2021).

Baca Juga: Mahfud MD: Bom di Gereja Katedral Makassar Tak Terkait Agama, Itu Adalah Teror!

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut meminta agar masyarakat bersabar dan tetap tenang menanggapi aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar ini. Ia menjelaskan bahwa aparat penegak hukum harus berhati-hati dalam mengungkap identitas hingga jaringan pelaku teroris terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

"Jadi masyarakat enggak perlu terburu-buru, kok belum diumumkan, kok belum ditangkap, kok belum diungkap jaringannya," beber Mahfud.

"Karena, teroris dan aparat itu beda, teroris itu melakukan serangan tanpa aturan hukum, dia menyerang saja. Tetapi kalau aparat, itu ada aturannya, tidak boleh sembarang menangkap, tidak boleh sembarang mengumumkan, karena kalau sembarang menangkap dan mengumumkan tiba-tiba salah, itu yang menjadi korban dan keluarganya, bisa jadi korban isolasi masyarakat dan cemoohan masyarakat dan sebagainya. Sehingga tidak bisa asal nangkap dan asal tuduh," pungkasnya.

Baca Juga: Bom di Gereja Katedral, IPW: Semoga yang Pertama dan Terakhir di Era Kapolri Listyo Sigit

Sekadar informasi, ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pagi tadi. Tercatat, ada sebanyak 20 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini. Sementara pelaku, diperkirakan berjumlah dua orang dan tewas di tempat kejadian.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini