Muhammadiyah Duga Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Bentuk Adu Domba

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 28 Maret 2021 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 337 2385445 muhammadiyah-duga-bom-bunuh-diri-di-gereja-katedral-bentuk-adu-domba-57074mTVv6.jpg Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta agar seluruh pihak tidak mengaitkan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan agama apapun. Ia menduga aksi bom bunuh diri itu justru adalah bentuk adu domba.

"Meski terjadi di depan rumah ibadah, jangan serta-merta mengaitkan tindakan bom tersebut sebagai terhubung dengan agama dan golongan umat beragama tertentu," kata Haedar Nashir melalui pesan singkatnya, Minggu (28/3/2022).

"Boleh jadi tindakan bom bunuh diri tersebut merupakan bentuk adu domba, memancing di air keruh, dan wujud dari perbuatan teror yang tidak bertemali dengan aspek keagamaan," imbuhnya.

Baca Juga:  Korban Bom di Gereja Katedral Makassar Bertambah Jadi 19 Orang

Ditegaskan Haedar, Muhammadiyah mengecam keras aksi peledakan bom di depan Gereja Katedral, Makassar, tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas insiden keji tersebut.

"Segala bentuk kekerasan yang menimbulkan ketakutan, kekacauan, serta mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, papun motif dan tujuannya serta oleh siapapun pelakunya sangatlah biadab yang harus diusut tuntas," bebernya.

Haedar juga berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta agar aksi bom bunuh diri itu diserahkan ke aparat penegak hukum untuk diungkap.

"Semua pihak harus tenang, waspada, dan seksama menyikapinya, serta mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengungkap tindakan anarkis tersebut," pungkasnya.

Baca Juga:  Misteri Perempuan Terekam CCTV Beri Kode saat Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

Sekadar informasi, ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri terjadi di lingkungan atau tepatnya di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu 28 Maret 2021 sekira pukul 10.30 WIB. Belum diketahui motifnya. Namun, pelaku diduga berjumlah dua orang.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini