Kejagung Sita Hotel, Mal dan Tanah Milik Benny Tjokrosaputro

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 27 Maret 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 337 2385165 kejagung-sita-hotel-mal-dan-tanah-milik-benny-tjokrosaputro-UG24QKUhfj.jpg Hotel milik Benny di Pontianak yang disita Kejagung (foto: ist)

JAKARTA - Penyidik Jaksa Agung kembali melakukan tindakan penyitaan aset tanah seluas 833 hektare, milik tersangka Benny Tjokrosaputro terkait kasus korupsi PT Asabri. Kejagung juga menyita bangunan permanen berupa mall dan hotel mewah di Kota Pontianak.

Kapuspen Kejagung, Leonard Eben Ezer Simajuntak mengatakan, sebanyak 833 hektare tanah milik Benny Tjokrosaputro tanah. Selain tanah tersebut, tim Kejagung juga menyita bangunan permanen berupa mall dan hotel Benny Tjokrosaputro.

"Tanah seluas 833 hektare di Mampewah, mall dan hotel milik tersangka milik tersangka Beny Tjokrosaputro di Kota Pontianak disita tim jaksa penyidik Kejaksaan Agung," kata Leonard dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2021).

Baca juga:  Kejagung Kembali Sita 4 Mobil Mewah Milik Tersangka Kasus Asarbi

Penyitaan enam bidang tanah dan bangunan tersebut terbagi menjadi dua surat perintah penyitaan. Penyitaan pertama berdasarkan ketetapan nomor: 10/Pen.Pid.Sus-TPK/2021 /PN.PTK tanah dan bangunan terletak di Kota Pontianak dengan masing-masing seluas 9.820 M2 dan 577 M2.

"Di atas dua bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Mall Matahari Pontianak," tambahanya.

Baca juga:  Usut Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa WN Australia

Penyitaan kedua yakni empat bidang tanah dan bangunan sesuai ketetapan PN Pontianak bernomor: 12/ Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.PTK terletak di Kota Pontianak. Dua bidang tanah dengan luas masing masing 2.034 M2 dan 93 M2.

"Di atas dua bidang tanah tersebut berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Maestro Pontianak," jelasnya Leonard.

Selanjutnya dua bidang tanah lagi juga berada di Kota Pontianak dengan luas masing-masing 166 M2 dan 159 M2.

Tidak hanya itu, Kejagung juga menyita tiga lahan hamparan bidang tanah seluas kurang lebih 833 HA yang terletak di Desa Peniti Luar, Desa Sungai Purun Besar dan Desa Sungai Burung Kabupaten Mempawah.

"Terhadap asset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini