DPR: Ada Motif di Balik Teror Mapolres Enrekang & Bom Palsu Duren Sawit

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 26 Maret 2021 21:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 337 2384779 dpr-ada-motif-di-balik-teror-mapolres-enrekang-bom-palsu-duren-sawit-NZEMXOQTJM.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Foto: DPR.go.id)

JAKARTA - Dua peristiwa terjadi pada Jumat (26/3/2021) menggemparkan publik. Pertama, penyerangan terhadap personel Polri di Polres Enrekang, Sulawesi Selatan, di mana pelaku mendatangi kantor Mapolres Enrekang dengan membawa senjata tajam yang dihunuskan.

Sementara itu, jajaran Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur juga menemukan barang yang diduga bom yang diletakkan di dalam tas berwarna hitam di kediaman Ketua KAMI Ahmad Yani.

Baca Juga:  Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris, Sita Buku Tabungan dan Majalah

Terkait kedua insiden ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan kecamannya. Menurutnya, kemunculan kembali dugaan aksi teroris ini patut diwaspadai.

"Saya mengecam keras dua kejadian ini. Menurut saya, penyerangan polisi apalagi di area kantor itu tidak bisa dianggap sekali lewat, karena pasti ada motif di baliknya. Ditambah lagi penemuan dugaan bom juga terjadi di hari yang sama dan ada barang bukti yang bertendensi ke dugaan kerusuhan," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Sahroni menduga ada berbagai kemungkinan yang muncul dari dua insiden ini, yaitu aksi teror yang kembali bermunculan, maupun upaya-upaya provokasi secara sistematis untuk menciptakan keresahan di masyarakat.

"Saya rasa ini ada beberapa kemungkinan, misalnya ada maksud teror ke polisi, atau mau memunculkan adu domba di masyarakat hingga menciptakan keresahan," ungkapnya.

"Bukannya saya suudzon, tapi saya rasa ada isu sistematis yang ingin dimainkan untuk mendiskriditkan polri atau untuk mengganggu stabilitas negara," sambung politikus Partai Nasdem ini.

Baca Juga:  31 Kotak Amal Milik Terduga Teroris Diletakkan di Tempat Umum

Oleh karsna itu, Sahroni meminta Polri agar mewaspadai potensi munculnya aksi teror ini melalui berbagai tindakan pencegahan. "Ini tentunya kita harus tindak tegas, sambil dicari akar-akar maupun tokoh penggeraknya. Polisi juga harus bertindak preventif demi menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan," pungkas Sahroni.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini