Share

Kronologi Kerumunan di Bogor, Habib Rizieq: Markaz Syariah Adalah Rumah Saya

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 26 Maret 2021 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 337 2384769 kronologi-kerumunan-di-bogor-habib-rizieq-markaz-syariah-adalah-rumah-saya-o9DtJeHiNw.jpeg Kerumunan di Megamendung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Eks Pimpinan FPI Habib Rizieq menuturkan kronologis dugaan kerumunan yang terjadi di Pesantren Agrokultural Markaz Syariah pada tanggal 13 November 2020.

Awal mulanya, Rizieq ke Bogor dengan tujuan Pesantren Agrokultural Markaz Syariah. Namun, tanpa diduga di pertigaan Gadog disambut ribuan umat sepanjang jalan.

"Dari Gadog hingga Pesantren Markaz Syariah secara spontan dan antusias umat berbondong-bondong menyambut karena cinta dan rindu," ujar Rizieq dalam eksepsinya, Jumat (26/3/2021).

Rizieq mengakui dalam peristiwa itu pun terjadinya kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan tak terhindarkan. Tapi menurutnya hal itu bukan karena disengaja atau direncanakan, akan tetapi karena spontanitas kecintaan dan kerinduan.

Namun, lanjut Rizieq, berbeda dengan Kerumunan Bandara, walau pun jumlah massa kerumunan Mega Mendung jauh lebih kecil namun justru dipermasalahkan dan diproses sebagai pelanggaran prokes.

"Anehnya, saya yang tidak mengundang / mengajak / menyuruh / merencanakan penyambutan tersebut; bahkan saya justru kaget mendapat penyambutan yang luar biasa dari masyarakat Bogor, tetapi saya malah ditersangkakan," jelasnya.

Bagi Rizieq, menjadikan penyambutan masyarakat yang spontan dan antusias karena cinta dan kerinduan sebagai tindak kejahatan pidana adalah merupakan tindakan berlebihan dan terlalu mengada-ada.

"Bahkan merupakan kejahatan kriminalisasi cinta dan kerinduan. Oleh karenanya, harapan dan permohonan saya kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk menolak kriminalisasi cinta dan kerinduan umat, dengan jalan membatalkan semua dakwaan JPU yang mengada-ada demi hukum dan keadilan," katanya.

Selain itu, Rizieq menegaskan bahwa saat dirinya pergi ke Pesantren Alam Agrokultural MARKAZ SYARIAH (MS) di Megamendung – Bogor adalah sama dengan pulang kerumahnya sendiri. Sebab, dirinya sebagai pendiri dan pembina MS.

"Bahwa saya menggelar acara peletakan batu pertama Masjid Raya MS dan peresmian media TV MS. MEDIA TV MS hanya untuk Warga MS yang terdiri dari guru, pengurus dan santri MS, tidak untuk warga luar. Itu pun tetap dengan prokes," jelasnya.

"Bahwa adanya warga luar yang bertamu ke MS adalah inisiatif mereka bukan karena diundang, dan itu pun mereka sebagai tamu juga harus ikut prokes," tambahnya.

Selain itu, di jalan Raya Gadog – Megamendung Rizieq yakin tidak melihat TNI / POLRI / SATPOL PP / SATGAS COVID yang memberi arahan kepada massa kerumunan. Justru, menurut Rizieq, dari atas mobil yang terus berteriak agar patuhi prokes dan jaga diri dari Pandemi.

"Bahwa kerumunan di jalan Raya Gadog – Megamendung murni antusias unat dan spontan atas dasar cinta dan rindu, bukan kejahatan pidana," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini