LIPI Ungkap Mutasi N439K Sebabkan Virus Bisa Hindari Antibodi

Antara, · Jum'at 26 Maret 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 337 2384480 lipi-ungkap-mutasi-n439k-sebabkan-virus-bisa-hindari-antibodi-0ZgnXqmKW7.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr rer nat Wien Kusharyoto mengatakan, mutasi N439K menyebabkan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa menghindari antibodi.

"Mutasi N439K dapat pula berakibat virus dapat menghindar dari beberapa antibodi penetralisir virus yang terbentuk berdasarkan varian Wuhan," kata Wien di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Ia menjelaskan, mutasi N439K pertama kali dilaporkan terjadi di Skotlandia pada Maret 2020. Saat ini sudah tersebar di lebih dari 35 negara, termasuk Indonesia. Varian N439K itu terdeteksi di Indonesia pada November 2020.

Mutasi N439K terletak di dalam Receptor Binding Motifs (RBM). RBM adalah bagian dari Receptor Binding Domain (RBD) dari protein spike virus SARS-CoV-2 yang immunodominan dan merupakan target utama dari antibodi penetralisir virus yang terbentuk baik karena infeksi virus maupun karena penyuntikan dengan vaksin.

Baca Juga : Jokowi Ingatkan Bupati: Hati-Hati! Pandemi Covid-19 Belum Selesai

Menurut dia terdapat indikasi mutasi tersebut meningkatkan affinitas atau kemampuan berikatan virus dengan reseptor ACE-2 pada manusia, dan terdapat peningkatan ringan kandungan virus apabila terinfeksi oleh varian dengan mutasi tersebut, namun tidak menyebabkan tingkat keparahan penyakitnya.

Mutasi N439K sudah ada di Indonesia sejak November 2020. Di Indonesia, juga sudah ada varian virus Corona lain seperti B117 dari Inggris dan D614G.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan salah satu karakteristik yang dimiliki oleh varian baru virus penyebab COVID-19, N439K, adalah lebih cepat menghilang.

Baca Juga : Satgas Ingatkan Pemerintah Daerah Harus Memastikan PPKM Mikro Berjalan Baik 

Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia (Satgas IDI) mengatakan sudah ada kemunculan 48 kasus N439K di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini