Gelar Konpers di Hambalang, Bukti Demokrat KLB Deliserdang Ingin Hancurkan AHY

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 25 Maret 2021 21:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 337 2384173 gelar-konpers-di-hambalang-bukti-demokrat-klb-deliserdang-ingin-hancurkan-ahy-Y5Lcmp22fB.jpg Kader Demokrat saat jumpa pers di Hambalang (foto: Sindo)

JAKARTA - Kubu Partai Demokrat yang diketuai Moeldoko menggelar konpres di Desa Hambalang, Citeurep, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). Hambalang dipilih karena memiliki sejarah erat dengan Demokrat lantaran para kadernya terjerat kasus korupsi proyek tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, jika konpres itu dilakukan untuk menjatuhkan elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maka hal itu tidak akan berpengaruh. Pasalnya, kasus korupsi Hambalang dianggap sudah basi karena masyarakat sudah mengetahuinya.

"Konpers tersebut membuktikan bahwa kubu Moeldoko ingin menghancurkan Demokrat AHY. Soal korupsi hambalang itu sudah tak aneh lagi dan publik sudah tahu. Bukan hal baru. Serangan tersebut tak akan terlalu berpengaruh pada citra Demokrat," kata Ujang saat dihubungi, Kamis (25/3/2021).

Baca juga:  Konpers di Hambalang, Max Sopacua Singgung Sosok Tak Tersentuh Hukum

Ujang menjelaskan, berbagai cara untuk menjatuhkan lawan politik merupakan suatu bumbu dalam kancah perpolitikan di Indonesia. Sudah barang tentu, lanjut dia, kasus korupsi Hambalang dicuatkan kembali ke permukaan untuk menarik simpatisan masyarakat.

"Namanya juga politik sedang terjadi saling hancurkan antar kedua kubu. Dulu memang citra Demokrat hancur salah satunya karena banyak kadernya yang terlibat korupsi dalam kasus Hambalang," ujarnya.

Baca juga:  Kubu Moeldoko Mau Gelar Konferensi Pers, Kubu AHY: Bentuk Frustasi dan Menutupi Rasa Malu

Sebelumnya pendiri Partai Demokrat, Max Sopacua menuturkan, pemilihan Hambalang sebagai tempat konpres dapat menjadi titik awal Partai Demokrat Moeldoko menuju masa depan yang lebih baik.

"Kenapa di Hambalang? Kita tidak boleh melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan bahwa setelah habis selesai dan ada Partai Demokrat pimpinan Moeldoko, di sini kita jadikan starting point Demokrat pimpinan Moeldoko to the future," ujar Max Sopacua, di Hambalang.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini