Sidang Putusan Suap Djoko Tjandra Digelar 5 April

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 25 Maret 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 337 2383894 sidang-putusan-suap-djoko-tjandra-digelar-5-april-UXMhFK7abV.jpg Djoko Tjandra. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah mengagendakan sidang putusan untuk terdakwa Joko Soegiarto Tjandra. Pria yang akrap disapa Djoko Tjandra itu bakal menghadapi sidang vonisnya pada Senin, 5 April 2021. 

Djoko Tjandra bakal divonis atas dua kasus dugaan suapnya. Dua kasus dugaan suapnya itu yakni terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) serta penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Ditetapkan kembali (sidang vonis) pada Senin tanggal 5 April pada pukul 10.00 WIB dengan acara untuk putusan," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat,  Kamis (25/3/2021). 

Menurut Damis, ada beberapa pertimbangan yang membuat majelis hakim memutuskan menunda persidangan selama sepekan ke depan. Salah satunya adalah adanya kegiatan pekerjaan di luar kota.

Baca juga: Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Djoko Tjandra, Ini Alasannya

"Mohon waktu hari Senin pak tanggal 5 karena gini pak alasannya. Pada tanggal 30 dan 31, sampai tanggal 1 April itu saya ada kegiatan dengan Mahkamah Agung dan kemungkinan akan berdinas di luar kantor. Itu penyebabnya," ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun penasehat hukum dari Djoko Tjandra yang dimintai pendapatnya perihal jadwal sidang selanjutnya, mengaku tak keberatan. Mereka sepakat persidangan digelar dua pekan lagi. 

"Tidak ada keberatan yang mulia,” kata salah satu jaksa.

"Tidak ada masalah yang mulia," timpal pengacara Djoko Tjandra.

Sebelumnya, Djoko Tjandra mengklaim dirinya adalah korban penipuan yang dilakukan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya. Hal itu disampaikan dalam nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan empat tahun penjara dari jaksa.

Baca juga: Divonis 4 Tahun, Irjen Napoleon: Martabat Saya Dilecehkan!

Dalam perkara ini, JPU pada Kejaksaan Agung (Kejagung) meyakini terdakwa Djoko Tjandra telah terbukti menyuap aparat penegak hukum. Dia diyakini telah menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari serta dua Jenderal Polisi, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Atas dasar itu, jaksa mentuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana empat tahun penjara terhadap Djoko Tjandra. Selain itu, dia juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp100 juta subsidair enam bulan kurungan. 

"Menyatakan terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ucap Jaksa Junaidi saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat Kamis, 4 Maret 2021. 

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan," imbuhnya.

Dalam surat tuntutannya, jaksa meyakini Djoko Tjandra terbukti bersalah menyuap aparat penegak hukum untuk memuluskan kepentingannya, sesuai dengan fakta hukum di persidangan. Djoko Tjandra diyakini telah menyuap pejabat di Kejagung dan petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 

Suap tersebut diberikan kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebesar 500.000 dolar AS melalui adik iparnya, Herriyadi Angga Kusuma, dan Andi Irfan Jaya sebagai uang muka rencana pengurusan hukum yang dihadapinya berupa fatwa MA melalui Kejaksaan Agung.

Selain itu, Jaksa juga meyakini Djoko Tjandra telah memberikan uang sebesar 100.000 dolar AS kepada mantan Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo, dan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte sejumlah 200.000 dolar Singapura dan 370.000 dolar AS.

Pemberian uang itu dilakukan melalui perantara pengusaha Tommy Sumardi. Usaha penghapusan status DPO Joko Tjandra dalam sistem ECS Ditjen Imigrasi dilakukan agar ia bisa masuk ke Indonesia dan mengajukan peninjauan kembali (PK) pada Juni 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini