Arman Depari Beberkan Ciri-Ciri Narkoba Jaringan Negara Segitiga Emas

Riezky Maulana, iNews · Kamis 25 Maret 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 337 2383884 arman-depari-beberkan-ciri-ciri-narkoba-jaringan-negara-segitiga-emas-d1vgfDzmhu.jpg Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari (Foto: Sindo)

JAKARTA - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Arman Depari mengungkap ciri-ciri bentuk narkoba jaringan dari tiga negara yang disebut sebagai The Golden Triangle atau segitiga emas. Tiga negara tersebut antara lain Thailand, Myanmar, dan Laos.

Arman menjelaskan, narkoba dari segitiga emas biasanya dikemas secara rapih seperti bungkusan teh celup.

"Packagingnya beda. Biasanya dari segitiga emas Thailand, Laos dan Myanmar itu mereka punya packaging seperti bungkus teh ya," tuturnya di kantor BNN, Kamis (25/3/2021).

Baca juga:  BNN Sita Ratusan Kilo Ganja, Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi dari Pengungkapan 6 Kasus

Dia mengungkapkan, dari pembungkus teh itu biasanya terbagi ke dalam tiga jenis warna, antara lain warna emas, hijau muda, dan hijau tua.

Sementara itu, berbeda lagi ciri-ciri kemasan narkoba dari negara-negara bagian Asia Barat, seperti Afghanistan dan Iran. Menurutnya, mereka biasanya membungkus barang haram itu menggunakan kotak makan dan plastik bening.

Baca juga:  Kepala BNN: Masih Sangat Sedikit Negara Legalkan Ganja untuk Kesehatan

"Tapi kalau dari Asia Barat antara Iran dan Afghanistan, itu mereka tidak bungkus seperti itu, hanya polos pakai plastik bening atau tupperware, kalo dari China sama, membungkus dengan kemasan teh," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita barang bukti sabu seberat 87,4 kilogram, ganja seberat 400 kilogram, serta ekstasi sebanyak 35.195 butir. Ketiga jenis barang haram itu didapatkan melalui penangkapan pada medio awal Februari hingga Maret 2021.

"Hari ini kembali kita melakukan pengungkapan kasus narkoba di enam lokasi. Total barang bukti sabu sebesar 87,47 kg dan ganja seberat 400,18 kg dan ekstasi sebanyak 35.915 butir," kata Kepala BNN Komjen Pol Petrus Reinhard Golose di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/3/2021).

Petrus menuturkan, narkoba ini disita dari tempat pembuatan narkoba jaringan internasional Golden Triangle yang terletak di pedalaman Asia Tenggara, antara Thailand, Myanmar, dan Laos. Menurutnya, asal barang haram ini terdeteksi melalui bentuk pengemasannya.

"Kalau melihat packaging-nya seperti ini, bisa dilihat ini berasal dari Golden Triangle. Atau melewati Golden Triangle kemudian masuk ke kita," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini