Kapan Saya Divaksin?

Opini, Okezone · Kamis 25 Maret 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 337 2383683 kapan-saya-divaksin-1QkAwfwwji.jpg Ilustrasi (Foto: Freepik)

TERHARU dan sedikit terseyum membaca status seorang dosen di media sosial yang memiliki keinginan kuat untuk di vaksin Covid-19, sang dosen senior ini mengaku, sudah mendaftar ke mana-mana tapi belum mendapatkan peluang untuk divaksin.

Bahkan sang dosen, mengatakan telah mencari informasi di mana bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 ke berbagai sumber, termasuk ke istri, anak, teman bahkan via online, sungguh kesadaran yang luar biasa menurut saya.

Keinginan kuat dosen inilah yang kemudian membuat saya menulis artikel ini, bahwa kita telah menyadari, tentang pentingnya vaksinasi sudah diterima dengan baik di tengah masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya vaksinasi bisa saja kita maknai sebagai keberhasilan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Covid-19.

Nah, dengan semangat atau ‘pengen divaksin’ ini, seharusnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera merealisasikan secepatnya saja, apalagi presiden telah mengatakan tenaga pendidik termasuk dosen dan guru merupakan prioritas vaksinasi.

"Tenaga pendidik dan kependidikan, guru, ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan," kata Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan.

Kementerian kesehatan (Kemenkes) sendiri sebenarnya telah menargetkan sasaran kedua vaksinasi adalah guru, dosen dan tenaga pendidik lainnya, yang jumlahnya mencapai 5 juta lebih atau 5.057.582 orang. Belum jelas data yang dimaksud Kemenkes tersebut apakah sudah termasuk guru honorer atau dosen tidak tetap di perguruan tinggi swasta.

Vaksinasi kepada tenaga pendidik (guru dan dosen-red) ini menjadi penting mengingat rencana pemerintah untuk membuka kembali perkuliahan atau belajar mengajar dengan sistim tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Namun, jika vaksinasi terhadap tenaga pendidik hingga Juli belum selesai dilakukan, sebaiknya wacana proses belajar mengajar tatap muka, tidak dilangsungkan dulu.

Proses vaksinasi memang saat ini masih berjalan di sejumlah tempat di Indonesia, termasuk di pelosok negeri. Diperkirakan dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, program vaksinasi covid-19 belum akan diketahui kapan akan tuntas, “Tidak ada yang bisa memastikan kapan vaksinasi akan selesai karena kita tidak tahu berapa stok vaksin, ini semua hanya hayalan, “ kata Epidemilogy UI, dr. Pandu Riono, PhD.

Pandu Riono menambahkan, vaksinasi Covid-19 seharusnya diberikan berdasarkan kategori usia dan lansia harus didahulukan, termasuk lansia dari kategori tenaga pendidik. “Kematian itu bukan takdir, tapi bisa dicegah,” kata Pandu.

Menurut Pandu, vaksinasi pada lansia kalah cepat dengan yang bukan lansia. Lansia harus segera divaksin karena beresiko, dan vaksinasi harus dilakukan berdasarkan Kategori umur, dari umur 70-60-50 tahun. “Jangan ada lagi yang minta skala prioritas seperti anggota DPR,“ kata Pandu.

Dalam konteks teori komunikasi kuno, salah satunya teori komunikasi Laswell, pertanyaan sang dosen di atas merupakan komunikasi media yang dilakukan dan harus dijawab. Saat teori Laswell yang menganut pertanyaan. Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect (Siapa mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa dan berefek apa), seharusnya menjawab peryataan tersebut.

Konsep teori 5W + 1H dalam teori Laswell juga sudah sangat mumpuni untuk menjawab pernyataan sang dosen tersebut dan menjadi sebuah berita yang berdasarkan fakta sesungguhnya. Hmm…ada baiknya, kita tunggu saja kapan kementerian kesehatan segera mengeksekusi tenaga pendidik yang terdiri atas guru dan dosen untuk vaksinasi Secara menyeluruh, sehingga teori Laswell dapat terpenuhi.

Oleh : Suhendra Atmaja, Mahasiswa Program Doktoral Komunikasi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini