Ternyata Metode Vaksin Nusantara Pernah Dipakai untuk Terapi Kanker

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 25 Maret 2021 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 337 2383637 ternyata-metode-vaksin-nusantara-pernah-dipakai-untuk-terapi-kanker-PkuG0SiniE.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

JAKARTA - Kepala Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio mengungkapkan metode dendritik yang digunakan untuk pembuatan Vaksin Nusantara pernah dipakai untuk terapi kanker.

Amin menjelaskan bahwa metode ini adalah mengambil sel dendritik yakni satu sel yang menyusun kekebalan manusia. “Sel dendritik ini adalah salah satu bagian dari sel-sel yang menyusun kekebalan manusia ya,” katanya dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

“Jadi, dia memang akan mengenali benda-benda asing yang masuk termasuk virus atau bakteri. Kemudian, ceritanya akan dimakan oleh dia dan katakanlah akan dipotong-potong dan bagiannya akan dimunculkan di permukaan sel tersebut,” jelas Amin.

Sel-sel yang muncul itu, kata Amin, yang akan merangsang dan membentuk kekebalan atau membentuk antibodi. “Nah bagian-bagian dari virus atau bakteri yang dimunculkan ke permukaan itu akan merangsang kekebalan seluler atau kalau dia akan bergabung dengan beberapa molekuler maka akan membentuk kekebalan. Artinya pembentukan antibodi,” katanya.

Metode dendritik ini, kata Amin pernah dicoba untuk terapi kanker. Dan penggunaan untuk SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 pertama kali di dunia.

“Nah itu teknologi itu memang sudah dicoba dan itu untuk terapi. Terapi kanker. Untuk vaksin penyakit infeksi belum ada yang pernah digunakan. Jadi saat ini penggunaan SARS-Cov-2 ini memang salah satu yang dicoba pertama kali, yang akan diterapkan di manusia,” tuturnya.

Baca Juga : Kelanjutan Vaksin Nusantara Tergantung BPOM

Amin menjelaskan bahwa gagasan dari metode dendritik ini adalah untuk meningkatkan respon imun. “Memang gagasannya adalah untuk meningkatkan respon imun terhadap bagian-bagian dari mikroba yang akan dihentikan,” kata dia.

“Jadi intinya, dalam penyiapan vaksin dendritik ini, dari sel manusia yang diambil kemudian di biak, atau diberi antigen yang berupa bagian-bagian dari virus SARS-Cov-2 ini. Sehingga, sel dendritik ini sesuai sifatnya akan mengambil protein yang diberikan. Kemudian akan dimunculkan. Nah itu yang diharapkan munculnya kekebalan,” papar Amin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini