Kelanjutan Vaksin Nusantara Tergantung BPOM

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 25 Maret 2021 05:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 337 2383632 kelanjutan-vaksin-nusantara-tergantung-bpom-tb61FggdiI.jpg Ilustrasi (Foto : Timeasofindia)

JAKARTA - Kelanjutan Vaksin Nusantara hingga saat ini masih belum ada kejelasan. Bahkan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pun meminta agar tidak ada yang menghambat Vaksin Nusantara melaksanakan uji klinis fase II dan III.

Vaksin yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto tersebut saat ini distop sementara karena tidak mendapatkan izin uji klinis fase II dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Padahal, saat ini Vaksin Nusantara sudah melewati uji klinis fase I.

Lalu, bagaimana kelanjutan dari Vaksin Nusantara saat ini? Kepala Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menegaskan saat ini tergantung dari BPOM. Amin mengatakan jika BPOM menganggap bahwa interim report Vaksin Nusantara belum lengkap.

“Jadi, kelanjutan ini tergantung dari interim reportnya. Itu kelanjutan uji klinis fase dua baru bisa dilakukan jika interim report-nya sudah diterima oleh BPOM. Tapi kan, BPOM masih menganggap interim report-nya belum cukup lengkap,” ungkap Amin dalam keteranganya, Rabu (24/3/2021).

Amin pun mengatakan jika interim report dari Vaksin Nusantara ini lengkap, pasti akan disetujui oleh BPOM untuk dilanjutkan uji klinis selanjutnya. Ada kemungkinan tergantung situasi, apakah interim report-nya itu bisa diselesaikan. Ya, mudah-mudahan sih para peneliti bisa melengkapi data yang diterima,” katanya.

Amin juga mengatakan bahwa Vaksin Nusantara dengan menggunakan metode dendritik tidak bisa disamakan dengan pembuatan vaksin lainnya. “Kita belum bisa membandingkan platform yang satu dengan yang lainnya.”

“Jadi, belum ada studi satupun yang membandingkan vaksin A dengan vaksin B. Sehingga, kalau kita membandingkan keampuhan antar vaksin, belum waktunya,” jelas Amin.

Baca Juga : 6.389.837 Orang Telah Divaksinasi Covid-19 di Tanah Air

Amin menjelaskan bahwa cara kerja Vaksin Nusantara ini adalah mengambil sel dari seseorang dan disuntikkan kepada orang yang sama. Sehingga tidak bisa dipakai untuk vaksinasi orang lain.

“Kita harus memahami bagaimana cara kerja vaksin dendritik ini karena itu diambil dari orang yang bersangkutan dan disuntikkan kepada orang yang sama. Jadi tidak bisa dipakai untuk orang lain ya,” tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini