Cerita Menegangkan Dokter Hastry Masuk Tim Eksekusi Mati Freddy Budiman

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 25 Maret 2021 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 337 2383594 cerita-menegangkan-dokter-hastry-masuk-tim-eksekusi-mati-freddy-budiman-O95uhhswby.jpg Foto: Antara

JAKARTA –Ahli Forensik Kombes dr Sumy Hastry Purwanti atau akrab disapa dr Hastry menceritakan detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman.

(Baca juga: Kesaksian Mengejutkan Anak Freddy Budiman Usai Ayahnya Tewas di Tangan Regu Tembak)

Mantan gembong narkoba kelas kakap itu tewas di tangan regu tembak dari Brimob Polda Jawa Tengah di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat, 29 Juli 2016.

Freddy Budiman divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena terbukti mengimpor 1.412.476 butir ekstasi dari China pada Mei 2012 silam.

(Baca juga: Aksi Heroik Emen si Tukang Becak Luluh Lantahkan Tank Canggih Inggris)

Hastry pertama kali masuk tim eksekusi mati di Nusakambangan pada tahun 2008. Dimana, ia menjadi tim eksekusi mati pelaku Bom Bali. Dan yang terakhir pada 2016 dia masuk ke tim eksekusi mati Freddy Budiman.

Dia masih ingat eksekusi mati lima tahun silam tersebut. Menjelang detik-detik eksekusi mati suasana Pulau Nusakambangan hening tanpa terdengar suara apapun.

“Sampai terakhir 2016, yang kita ketahui mungkin Freddy Budiman ya, kita latihan juga,”ujar Hastry dilansir dari channel Denny Darko, Kamis (24/3/2021).

Sehari sebelum dilakukan eksekusi mati, dirinya mengecek kondisi dan kesehatan Freddy Budiman dan setelah itu dia terpidana langsung dibawa Tim Brimob untuk disiapkan dan dibawa ke tempat eksekusi.

“Latihannya dengan Tim Brimob juga, jadi bagaimana mereka mau dieksekusi persiapannya, pakaian baju, diiket, ditaro di tiang, kita laporan, saya sebagai tim dokternya, naro titik tembaknya biar jelas karena kan dilakukan di malam hari, napi diberikan baju putih dan titik tembaknya hitam, jadi dipersiapkan seperti itu,”bebernya.

Hasty melanjutkan, dirinya menjalankan tugas dan terpidana mati menerima hukuman karena kesalahan mereka. Dia ingin merawat para terpidana mati itu termasuk Freddy Budiman dalam keadaaan baik hingga sampai diterima keluarganya.

“Dari beberapa napi tuh ada yang benar-benar ikhlas (hukuman mati), baik, dzikir, termasuk Freddy Budiman itu misalnya,”pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini