Kubu Jhoni Allen Sebut AHY hingga Hinca Panjaitan Melawan Hukum

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 24 Maret 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 337 2383276 kubu-jhoni-allen-sebut-ahy-hingga-hinca-panjaitan-melawan-hukum-T1gPduZpC2.jpg Suasana di ruang sidang di PN Jakpus (Foto : Okezone.com/Arie DS)

JAKARTA - Kuasa hukum Jhoni Allen Marbun, Slamet Hassan menekankan bahwa Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya; serta Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Panjaitan telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Demikian ditekankan Slamet Hassan saat membacakan surat gugatan yang diajukan kliennya, Jhoni Allen terhadap AHY selaku tergugat 1; Teuku Riefky selaku tergugat 2; dan Hinca selaku tergugat 3. Jhoni menggugat pemecatan sepihak sebagai kader Partai Demokrat yang dilakukan oleh ketiga tergugat tersebut.

"Bahwa penggugat mengajukan gugatan a quo terhadap tergugat I, tergugat II, dan tergugat III sehubungan dengan tindakan atau perbuatan tergugat I, tergugat II, dan tergugat III yang telah secara melawan hukum memutuskan dan memberhentikan penggugat sebagai Anggota Partai Demokrat," kata Slamet di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/3/2021).

Menurut Slamet, pemberhentian Jhoni Allen sebagai kader Partai Demokrat adalah perbuatan melawan hukum. Sebab, keputusan tersebut bertentangan dengan hukum dan melanggar hak Jhoni Allen. Atas pemecatan itu, kata Slamet, Jhoni Allen juga mengalami kerugian yang diantaranya adalah pemecetan sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024.

"Bahwa keputusan tergugat I dan tergugat II yang memberhentikan penggugat sebagai Anggota Partai Demokrat menimbulkan konsekuensi hukum berupa kerugian dipecat atau diberhentikannya penggugat sebagai Anggota Partai Demokrat dan Anggota DPR RI Masa Jabatan 2019-2024," bebernya.

Baca Juga : Kesal Kumpul Dibubarkan, Wanita Cantik Hina Polisi di Medsos Ditangkap

Lebih lanjut, Slamet menuding pemecatan yang dilakukan oleh AHY terhadap Jhoni Allen telah melanggar UUD 1945 serta AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020. Kata Slamet, pemecatan itu berdampak pada kerugian materiil dan imateriil terhadap Jhoni Allen.

"Bahwa pada prinsipnya kerugian sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum dapat bersifat materiil dan imateriil. Kerugian materiil dapat berupa kerugian nyata yang diderita dan kehilangan keuntungan yang diharapkan (potential lost) yang ditimbulkan oleh perbuatan melawan hukum tersebut," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini