KNKT Dibantu NTSB Amerika Serikat Investigasi Trigana Air yang Tergelincir

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 24 Maret 2021 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 337 2382969 knkt-dibantu-ntsb-amerika-serikat-investigasi-trigana-air-yang-tergelincir-Mj1Apx1rba.jpg foto: ist

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dibantu oleh National Transportation Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat untuk proses investigasi insiden tergelincirnya pesawat Trigana Air registrasi PK-YSF di landasan Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu, 20 Maret 2021.

(Baca juga: 4 Orang Berada di Pesawat Trigana Air yang Tergelincir, Begini Kondisinya)

“Dalam investigasi ini, KNKT juga dibantu oleh National Transportation Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat sebagai wakil dari negara pembuat pesawat,” kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Capt. Nurcahyo Utomo dari keterangan yang diterima, Selasa (23/3/2021).

(Baca juga: Usai Santap Nasi Rawon, Anies Mendadak Hampiri Kakek dan Nenek Ini)

Nurcahyo menyebutkan dari investigasi sementara mesin sebelah kanan dan roda pendarat sebelah kanan pesawat Trigana Air registrasi PK-YSF mengalami kerusakan.

“KNKT akan mendalami utamanya adalah dua hal yaitu pertama masalah yang terjadi dengan mesin sebelah kanan. Yang kedua adalah penyebab kegagalan roda pendarat sebelah kanan. Ini adalah 2 poin pokok yang akan didalami oleh KNKT dalam investigasi kecelakaan ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Nurcahyo, KNKT sudah mengumpulkan data berupa informasi di lapangan bekas-bekas goresan yang ditemukan di landasan dan bagian-bagian pesawat yang dinilai perlu untuk dievaluasi.

Bahkan, Nurcahyo mengatakan jika KNKT juga sudah melakukan wawancara kepada pengatur lalu lintas udara yang bertugas pada hari itu. “Dan juga sudah melakukan wawancara dengan beberapa saksi yang melihat peristiwa kecelakaan tersebut,” ungkapnya.

Saat ini KNKT, kata Nurcahyo masih akan melakukan proses wawancara dengan awak pesawat yang menerbangkan pesawat dan crew lainnya.

“Kemudian kita juga akan mendalami data dari yang ada dari flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CDR). Dan juga kita akan mendalami mengenai catatan perawatan pesawat, utamanya mesin dan roda pendarat,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini