Trigana Air Tergelincir, KNKT: Mesin Sebelah Kanan dan Roda Pendarat Rusak

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 23 Maret 2021 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382940 trigana-air-tergelincir-knkt-mesin-sebelah-kanan-dan-roda-pendarat-rusak-k72xjqnQtE.JPG Foto: Istimewa

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga saat ini terus melakukan investigasi terkait insiden tergelincirnya pesawat Trigana Air registrasi PK-YSF di landasan Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Capt. Nurcahyo Utomo menyebutkan dari investigasi sementara mesin sebelah kanan dan roda pendarat sebelah kanan pesawat Trigana Air registrasi PK-YSF mengalami kerusakan.

“KNKT akan mendalami utamanya adalah dua hal yaitu pertama masalah yang terjadi dengan mesin sebelah kanan. Yang kedua adalah penyebab kegagalan roda pendarat sebelah kanan. Ini adalah 2 poin pokok yang akan didalami oleh KNKT dalam investigasi kecelakaan ini,” ungkap Nurcahyo dari keterangan yang diterima, Selasa (23/3/2021).

Sementara itu, Nurcahyanto juga menjelaskan pesawat ini terbang sebagai pesawat kargo dengan 4 orang yakni 2 pilot, 1 engineering, dan 1 flight operation officer (FOO) membawa kargo dengan tujuan penerbangan adalah Bandar Udara Hasanuddin di Makassar.

“Setelah tinggal landas, 2 menit setelah take off, pilot melaporkan kepada pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC) bahwa mereka mengalami kerusakan pada mesin sebelah kanan. Kemudian pilot memutuskan untuk kembali ke Bandar Udara Halim Perdanakusuma,” ungkap Nurcahyanto.

Nurcahyanto menyebutkan bahwa pesawat sempat berputar di atas bandara Halim Perdanakusuma selama 15 menit. “Pesawat terbang selama 15 menit, dan disebut dengan istilah holding atau berputar di atas poin di Alfa 5 atau poin di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Dan kemudian mendarat dengan 1 mesin,” ungkapnya.

“Kondisi ini adalah hal-hal yang termasuk kondisi yang sudah sering dilakukan oleh pilot dalam pelatihan di simulator yaitu terbang dengan 1 mesin. Sehingga penerbangan dengan 1 mesin seharusnya tidak merupakan kesulitan bagi pilot,” kata Nurcahyanto.

Kemudian pada saat mendarat, Nurcahyanto mengatakan bahwa roda pendarat sebelah kanan atau main landing gear sebelah kanan mengalami kerusakan. “Pesawat berhenti dengan ketiga landing gear patah. Dan pesawat sudah berhasil dievakuasi pada hari Minggu dari lokasi dan dipindahkan ke tempat yang aman,” katanya.

Saat ini, kata Nurcahyanto, KNKT sudah mengunduh atau mendownload data dari flight data recorder (FDR) atau dan cockpit voice recorder (CVR). “Dari CVR diperoleh informasi rekaman selama 30 menit penerbangan terdiri dari pembicaraan pilot dan suara yang ada di kokpit, mulai dari pilot melaporkan terjadinya kerusakan sampai dengan akhir penerbangan. Sedangkan data saat ini masih dalam proses untuk diverifikasi untuk mendapatkan data yang bisa kita pahami,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini