Cegah Data Pribadi Tersebar, Satgas Minta Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Tak Diunggah Ke Medsos

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 23 Maret 2021 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382891 cegah-data-pribadi-tersebar-satgas-minta-sertifikat-vaksinasi-covid-19-tak-diunggah-ke-medsos-sLcTFp2GjY.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk tidak mengunggah atau meng-upload sertifikat vaksinasi Covid-19 ke media sosial (medsos) atau menyebarkannya. Hal ini untuk mencegah tersebarnya data pribadi yang termuat di dalam sertifikat tersebut.

Saat ini sebagian masyarakat telah mendapatkan sertifikat vaksinasi Covid-19 karena sudah mendapatkan dua dosis dari vaksin tersebut.

“Pemerintah meminta penerima vaksin covid-19 yang sudah mendapat sertifikat bukti telah divaksin agar tidak mengunggahnya ke medsos ataupun juga mengedarkannya,” ungkapnya saat konferensi persnya, Selasa (23/3/2021).

Dia menyebutkan bahwa di dalam sertifikat tersebut terdapat QR Code yang jika dipindai dapat menunjukkan data pribadi penerima vaksin. Wiku meminta agar sertifikat vaksinasi digunakan sesuai kebutuhannya.

Baca juga: Satgas: Sertifikat Vaksinasi Jadi Syarat Perjalanan Masih Sebatas Wacana

“Penting diketahui, di dalam sertifikat bukti telah divaksin terdapat data pribadi dalam bentuk QR code yang dapat dipindai. Gunakan sertifikat itu sesuai kebutuhannya. Karena tersebarnya data pribadi dapat membawa risiko bagi kita,” ujarnya.

Baca juga: Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan? Ini Jawaban Kemenkes

Pada kesempatan itu, Wiku juga menyampaikan bahwa hingga tanggal 20 Maret 2021, masyarakat yang sudah menerima vaksin mencapai angka 5 juta. Menurutnya hal ini merupakan capaian yang positif dan harus tetap ditingkatkan.

“Sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat terlindungi dari covid-19. Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam program vaksinasi ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” tuturnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini