KPK Duga Suap Banprov untuk Indramayu Mengalir ke Anggota DPRD Jabar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 23 Maret 2021 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382551 kpk-duga-suap-banprov-untuk-indramayu-mengalir-ke-anggota-dprd-jabar-Ccgu913SUy.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya uang dugaan suap terkait bantuan keuangan untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu yang mengalir ke Anggota DPRD Jawa Barat (Jawa Barat). Penyidik sedang mengusut dugaan aliran dana suap banprov Indramayu tersebut.

Pengusutan tersebut didalami penyidik lewat tiga saksi pada Senin, 22 Maret 2021, kemarin. Adapun, saksi yang didalami keterangannya itu merupakan tiga terpidana yakni, mantan Bupati Indramayu, Supendi; mantan Kepala Dinas PUPR Indramayu, Omarsyah; dan pihak swasta Carsa A.S.

"Para saksi dikonfirmasi antara lain terkait tahapan pengajuan proposal Banprov, teknis dan mekanisme usulan proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dan dugaan aliran sejumlah uang dari Carsa kepada pihak-pihak tertentu yang ada di DPRD Provinsi Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (23/3/2021).

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tersangka baru atas kasus dugaan suap terkait bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai 2019. Hal itu sejalan dengan adanya penyidikan baru dalam kasus ini.

"Saat ini KPK sedang melakukan kegiatan pengembangan penyidikan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019," kata Ali.

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa tersangka baru hasil pengembangan perkara ini. Pun demikian terkait konstruksi pengembangan perkara ini. Kata Ali, pihaknya akan mengumumkan secara detail ke publik setelah KPK melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka baru itu.

Baca Juga : Sosok Basrief Arief, Mantan Jaksa Agung sang Pemburu Koruptor

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan kronologis kasus dan tersangkanya karena KPK sebagaimana telah kami sampaikan terkait ini bahwa untuk pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan dan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka," ucap Ali.

Penetapan tersangka baru itu merupakan pengembangan atas perkara sebelumnya. Di mana sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Bupati Indramayu Supendi dan bekas Anggota DPRD Jawa Barat Abdul Rozaq Muslim, sebagai tersangka dalam perkara ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini