Jika Pilpres 2024 Diikuti 2 Calon, Diprediksi Muncul Pasangan Prabowo-Puan dan Anies-AHY

Rakhmatulloh, Sindonews · Selasa 23 Maret 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382396 jika-pilpres-2024-diikuti-2-calon-diprediksi-muncul-pasangan-prabowo-puan-dan-anies-ahy-75aA8aomVP.jpg Capres-cawapres yang diprediksi bertarung di Pilpres 2024.(Foto:Dok SINDOnews)

Lebih lanjut Umam mengatakan, sementara kartu politik Sandiaga Uno ditentukan oleh maju atau tidaknya Prabowo di Pilpres 2024. Sedangkan Ridwal Kamil kemungkinan akan terpental karena ketiadaan dukungan Parpol, kecuali Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu bisa meyakinkan sejumlah Parpol bahwa dukungan untuk dirinya adalah urgen dan relevan.

"Maka, peluang pasangan koalisi Capres-Cawapres yg berpeluang terjadi adalah Prabowo-Puan dan Anies-AHY. Puan akan disubtitusikan PDIP yang memiliki suara besar, namun dengan elektabilitas terbatas. Sementara tim Gerindra, jika Prabowo maju, mereka akan meyakinkan agar Anies tidak maju di perhelatan 2024," ungkapnya.

Dalam konteks ini, kata Umam, jejaring politik Jusuf Kalla akan memainkan peran penting. Jika mereka mampu meyakinkan Nasdem dan PKS saja, bergabung dengan Demokrat yang akan mengusung AHY, maka perkawinan politik Anies-AHY yang didukung 3 partai yang masing-masing berkekuatan 8%, maka akan melampaui syarat presidential threshold 20%.

"Anies-AHY bisa merepresentasikan kekuatan muda dan simbol regenerasi kepemimpinan nasional. Sedangkan Prabowo-Puan akan dipandang wakil mereka yang berpengalaman di pemerintahan," katanya.

Lebih jauh Dosen Politik Universitas Paramadina itu menyatakan, peta 2024 juga akan sangat ditentukan oleh sikap Golkar dan PKB yang memiliki kekuatan suara cukup baik, namun minim tokoh yang markatabel di pasar politik tanah air.

Sehingga, karakternya, Golkar akan bergabung dengan koalisi besar yang dianggap berpotensi besar menang. Sedangkan PKB yang belum pernah salah memiliih pasangan Capres selama 4 kali Pilpres terakhir, akan bersikap rasional dan punya pertimbangan yang lebih strategis.

"Namun patut diingat, Pilpres 2024 akan merujuk kembali pada 2004 dan 2014, di mana kekuatan koalisi besar tidak menjamin Capres-Cawapresnya terpilih, jika memang tidak connect dengan harapan rakyat," pungkasnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini