Kisah Pembuatan Keris Nogososro Pakai Bantalan Paha Ki Supo Anom

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 23 Maret 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382357 kisah-pembuatan-keris-nogososro-pakai-bantalan-paha-ki-supo-anom-p014vJzMH3.jpg Illustrasi keris (foto: Kerisaji)

JAKARTA - Sejarah keris yang mempunyai nilai isoteris tinggi adalah keris-keris yang mempunyai kaitan dengan alam gaib. Kehadiran keris tidak bisa lepas dari legenda dan mitos.

Tapi legenda dan mitos itu tidak sekedar dongeng belaka, tapi bisa dibuktikan bahwa isoteris keris akan mempunyai daya tarik lebih tinggi dibandingkan dengan keris yang dipandang hanya dari eksoteris.

Satu contoh yang sederhana, nogososro dan sabuk inten. Orang jawa percaya keris Nogososro memiliki 13 lekukan, benar-benar keris yang sangat indah. Bahkan memiliki pamor yang bagus.

Baca juga:  Mengenal 10 Stilasi Bukti Peristiwa Bandung Lautan Api

Apabila berdampingan dengan keris yang disebut Sabuk Inten, dua-duanya bersatu , akan memiliki kekuatan isoteris. Orang Jawa percaya bahwa pemiliknya pemimpin atau raja.

Pernah ada cerita yang kemudian dibuat cerita bersambung Nogososro dan Sabuk Inten sampai 29 jilid oleh S.H. Mintaraga. Dalam cerita itu disebutkan keris itu diperebutkan oleh kalangan putih dan hitam.

Baca juga: Kisah Prabu Siliwangi Menikah dengan Nyi Subang Larang Lahirkan Raden Kian Santang

“Keris itu dipercaya memiliki daya linuwih yang membuat pemiliknya bisa menjadi raja atau pemimpin. Perebutan itu demikian sengit sehingga melibatkan beberapa pendekar dari berbagai golongan,” kata Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat, Pengageng Kedaton Jayakarta.

Oleh sebab itu, jika kembali ke mitos dalam babad jawa, diterangkan oleh Masud, digambarkan bahwa di Keris Nogososro itu dibuat dengan cara yang sangat unik, yaitu oleh Empu Supo Anom, putranya Emp Supo. Pada saat itu mendapat biji besi dari bulan atau meteor yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.

Melalui babad tanah jawa biji tersebut dibuat keris dengan cara dahsyat. Membuatnya dengan paron yang memakai bantalan dari paha Ki Supo Anom yang dibuat di lautan sebelah utara Tuban.

Pada saat membuat itu Ki Supo Anom dibantu oleh teman-temannya yang terdiri dari roh halus dan jin. Pada saat empu-empu yang lain membakar keris dengan api tetapi Ki Supo Anom justru mengeluarkan tenaga dari tangannya sendiri. Dengan bantuan makhluk halus tersebut tangannya mengeluarkan panas luar biasa dan pahanya menjadi bagian tempat tempaan tersebut.

Akibatnya air laut itu mendidih bagaikan Wedang atau air panas. Oleh sebab itu keris tersebut diberi nama Kiai Segoro Wedang. Tapi kemudian dikenal sebagai Nogososro. Maka sejak Raden Fatah berkuasa, keris ini menjadi andalan utama pemerintahan islam jawa yang pertama yang berpusat di Demak Bintoro atau Glagah Wangi, pesisir utara Jawa Tengah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini