Siapa Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang Legendaris?

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 23 Maret 2021 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382356 siapa-ratu-roro-kidul-atau-ratu-pantai-selatan-yang-legendaris-LZftHo5paS.jpeg Ilustrasi Nyi Roro Kidul. (Foto: Nyirorokidul.com)

SEJAK dulu muncul berbagai mitos dan legenda yang berhubungan dengan Laut Selatan atau Samudera Indonesia. Bagi masyarakat Jawa, tokoh yang legendaris dan terkenal adalah Ratu Roro Kidul. Sebagian ada pula yang menyebut dengan nama Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul. Bahkan muncul kisah pendiri Mataram Panembahan Senapati menikah dengan Ratu Roro Kidul.

Siapa sebenarnya Ratu Roro Kidul? Sosoknya sering dilukis mengendarai kereta membelah laut, sehingga namanya bak selebritis, dikenal di pelosok Tanah Air. Apakah Ratu Roro Kidul, Nyai Roro Kidul dan Nyi Roro Kidul satu orang?

Terlepas pro dan kontra tentang keberadaannya, muncul beberapa versi tentang Penguasa Laut yang suka warna hijau itu. 

Baca juga: Jenazah Mbah Priok Masih Utuh, Wangi dan Kelopak Matanya Bergetar

Ir. Tukimin Wisanggeni, Javanologi menjelaskan Penguasa Laut Selatan menurut versinya. Diterangkannya bahwa ada beberapa sosok yang bercokol di Laut Selatan. Karena menguasai lautan, maka getaran vibrasinya melalui air, sangat agung dan anggun.

Foto: Istimewa

Untuk bersama beliau, manusia biasa harus melepaskan atribut fisik. Ditilik dari mata batin metafisik dan pengalaman batin spiritual, ada beberapa lapisan mendasar yang muncul sebagai Kanjeng Ratu Roro Kidul.

Di level yang paling tinggi adalah makhluk dewata agung yang berupa getaran bercahaya sangat putih, berada sekian tinggi di atas Laut Selatan yang agak ke selatan. Cahayanya membesar, bentuknya seperti keris atau manusia. Energinya ini sangat luar biasa agung untuk memberi keseimbangan alam.

Baca juga: Kisah Pembunuhan Sultan Yogya Ditusuk Selir Kesayangan

Kepalanya juga mempunyai cahaya, bergelombang seprti air. Cahaya itu berlapis-lapis, mulai dari yang putih, kehijauan kebiruan terus putih lagi, kosong. Baru ada lagi cahaya berwarna hijau muda, biru muda, kosong putih, dan ungu kemerahan.

Jika ingin menyamakan frekuensinya minimal harus delta. Urutan frekuensi asalah alfa, delta, teta, dan omega. “Kita paling tidak frekuensinya harus delta, kalau alfa saja tidak bisa, teta saja tidak bisa. Untuk getaran ini perlu pembersihan diri, kita tidak terikat oleh materi. Jiwa kita betul-betul agung, baru kita bisa bersinergi selevel dia,” ujarnya.

Sosok kedua adalah pengejawantahan yang dulunya adalah manusia. Dia seorang perempuan pada zaman Padjajaran. Wanita yang menjalani kehidupan menderita di hutan. Dia menjalani kehidupan spiritual yang sangat agung sehingga dia mencapai vibrasi getaran delta. Sinerginya itu mendapat satu anugerah, dia berangkat dari manusia menjadi seorang dewa. Dia mendapatkan misi untuk menjalani kehidupan keseimbangan alam, sebab harus membersihkan karmanya dan keluarganya. 

Inilah yang selalu muncul sebagai manusia. Manusia bisa melihat seperti ini, seperti digambarkan pelukis. Sebetulnya dia adalah bukan manusia lagi. Dia sudah setengah dewata tapi belum agung. Dalam struktur organisasi Penguasa Laut Selatan, dia tidak sendirian. Dia merupakan kepanjangan tangan dari energi yang pertama tadi. 

Sosok ketiga agak buruk. Di dasar Samudera Indonesia sangat dalam peninggalan zaman atlantis atau zaman leumeria. Saat itu kehidupan sangat buruk. Sampai sekarang, kumpulan itu, terdiri dari elemental darah, emosi dan roh-roh yang sangat kental dengan kejahatan, membentuk satu kehidupan. 

Seperti ubur-ubur hitam, dia menginginkan energi makanan dari darah hewan, ikan-ikan besar maupun darah manusia. Sosok ini kadang-kadang menyerupai Kanjeng Ratu Kidul yang siap untuk berbuat negatif. 

Sosok keempat adalah bentuk-bentuk elemental yang disebabkan pemujaan-pemujaan ritual-ritual, mantra-mantra yang diyakini oleh ratusan ribu bahkan jutaan manusia di sepanjang pantai. Pujaan-pujaan itu menimbulkan suatu elemental bentuk yang muncul karena imajinasi kekuatan batin manusia. Wujud itu muncul betul-betul seperti yang dibayangkan manusia. 

“Perwujudannya adalah seorang wanita anggun yang berpakaian jawa. Itu betul-betul muncul tercipta karena daya magis orang-orang jawa yang bertahun-tahun. Elemental ini bahkan tidak disadari manusia yang mencipta dengan ritual”, katanya. 

Sosok kelima, terciptanya betul-betul dari makhluk, bisa jin, juga bisa roh atau apa saja di balik alam fiisk yang berada di seluruh pantai karena permintaaan manusia di dalam ritual. Dia akan muncul sebagai yang dikehendaki, yaitu Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini