Dukung PJKP Kemenag, Ketua DPD RI Dorong Kemandirian Pesantren

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 Maret 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382349 dukung-pjkp-kemenag-ketua-dpd-ri-dorong-kemandirian-pesantren-uHB79CdPDI.jpg Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti saat di Ponpes Al Falah Jember Jawa Timur (Foto : DPD RI)

TAMBOLAKA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pengelolaan pesantren bisa dimaksimalkan. Menurut LaNyalla, pesantren yang dikelola dengan baik bisa menjadi penggerak roda perekonomian untuk warga sekitarnya.

Untuk itu, LaNyalla memberikan dukungan terhadap Peta Jalan Kemandirian Pesantren (PJKP) Kementerian Agama.

"PJKP Kementerian Agama harus dikelola dengan baik. Karena, tidak semua pesantren memiliki potensi kemandirian. Bahkan, masih ada pesantren yang masih membutuhkan banyak bantuan," tuturnya di Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT.

Baca juga:  Penerbangan Kupang-Alor, Ketua DPD RI: Konektivitas NTT Semakin Mudah

Senator asal Jawa Timur itu menilai, pemberdayaan pesantren yang dikelola dengan baik akan dapat menjadi penggerak roda ekonomi warga sekitarnya.

“Namun, kondisi sebaliknya bisa terjadi jika pesantren tidak dikelola dengan baik," katanya.

 Baca juga: Ketua DPD Ajak Mahasiswa Manfaatkan Dana KIP yang Besarannya Ditambah

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan, pesantren yang mampu mengelola potensi kemandirian, akan mampu mengembangkan ekonomi melalui berbagai kegiatan, seperti koperasi atau lembaga keuangan syariah, ekonomi agrobisnis, peternakan dan perikanan bahkan pengembangan IT.

"Umumnya pesantren yang belum memiliki potensi ekonomi dan belum punya jaringan ataupun produk biasanya kebanyakan pesantren salaf, dan ini yang

harus menjadi fokus dan pendampingan yang serius," katanya.

Jika memungkinkan, Ketua DPD RI ini berharap dibuatkan jejaring koneksi antar pesantren seperti menggunakan jaringan forum komunikasi dan silaturahmi antar pesantren.

"Melalui cara ini, mereka dapat dibentuk menjadi mitra antar pesantren dan potensi-potensi ekonomi dapat dikonsentrasikan," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini