Mengungkap Kisah Nestapa Putri Manohara di Relief Candi Borobudur

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 23 Maret 2021 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 337 2382339 mengungkap-kisah-nestapa-putri-manohara-di-relief-candi-borobudur-OTTe1xEV8z.jpg Putri Manohara. (Foto: Borobudurpedia/photodharma.net)

CERITA Putri Manohara terdapat di 20 panel relief Candi Borobudur, di lantai kedua bagian dalam, di bawah kisah dari kitab Lalitavistara. 

Bambang Eka, budayawan Magelang menceritakan kisah tentang Manohara, bidadari jelita yang jadi istri Pangeran Sudhana, perwujudan tokoh sentral Buddha.

"Cerita Manohara menggambarkan udanakumaravada, yaitu kisah perkawinan Pangeran Sudhana dengan bidadari Manohara," katanya.

Alkisah, Halaka, seorang pemburu, berjasa menyelamatkan seekor naga dan mendapat hadiah laso dari orang tua naga.

Baca juga: Kisah Prabu Siliwangi Menikah dengan Nyi Subang Larang Lahirkan Raden Kian Santang

Saat duduk di samping kolam teratai, dia menemukan seorang peri bernama Manohara dan saudara perempuannya sedang mandi.

Sebelumnya, ia telah belajar mantra dari orang bijak untuk melumpuhkan Manohara. Dia berhasil melumpuhkan Manohara untuk tidak dapat bergerak , sementara peri lainnya terbang ke langit.

Oleh karena Halaka tidak sepadan dengan Manohara, maka Manohara dipersembahkan kepada Pangeran Sudhana.

Baca juga: Jenazah Mbah Priok Masih Utuh, Wangi dan Kelopak Matanya Bergetar

Manohara menikah dengan Sudhana dan tinggal di istana bersama Sudhana dan ayahnya yang juga seorang raja.

Versi lain mengisahkan bahwa Putri Manohara digambarkan sebagai putri berwajah cantik dengan dua kaki burung. 

Cerita asli Putri Manohara itu ada di Buku Jataka-Avadana. Seorang pemburu bernama Halaka dikisahkan menangkap dengan jaring istimewa manusia burung di suatu pemandian. Manusia burung yang cantik itu adalah putri dari Kerajaan Manusia Burung yang bernama Manohara.

Seorang pangeran menukar Putri Manohara dengan hadiah melimpah kepada Halaka. Dikisahkan, Manohara hidup bahagia sebagai istri Sang Pangeran.

Banyaknya rintangan tak dapat menghalangi pernikahan Sudhana dengan Manohara.

Para wanita di istana cemburu dengan kecantikan Manohara dan berencana untuk membunuhnya saat Sudhana melakukan ekspedisi militer.

Ayah Sudhana juga tidak setuju. Ayah Sudhana ini pernah bermimpi tahtanya akan direbut sang anak.

"Atas bisikan penasehatnya, ayah Sudhana meminta ada bangsawan yang harus dikorbanan. Sosok yang dipilih adalah Manohara," ujar Bambang Eka.

Manohara diusirnya dari kerajaan itu. Dia lalu pulang ke kampung halamannya di Kerajaan Manusia Burung. Manohara telah mendapatkan kekuatannya untuk terbang dan melarikan diri dari istana.

Suaminya yang pulang dari medan peperangan sedih karena tidak menjumpai isteri tercintanya di istana. Ia lalu menemui Halaka untuk mencari Manohara.

Halaka dikisahkan tidak mengetahui tempat tinggal Putri Manohara. Ia hanya memberitahu Sang Pangeran bahwa dirinya sering menjumpai sekumpulan manusia burung di suatu telaga.

Pangeran pun kemudian mencari Putri Manohara di telaga itu. Dia hanya menemukan beberapa manusia burung dan tidak ada Manohara di tempat itu. 

"Ia kemudian menitipkan sebuah cincin perkawinannya kepada salah seorang di antara sejumlah manusia burung untuk disampaikan kepada Putri Manohara,” lanjut Bambang Eka.

Ceritanya, semula Manohara takut kembali kepada Sang Pangeran, namun demi kesetiaannya sebagai isteri, ia lalu memutuskan kembali kepada suaminya. Cerita itu berakhir dengan relief yang menggambarkan kebahagiaan Putri Manohara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini