Kepala BNPT: Selama Pendemi Covid-19 Tren Potensi Radikalisme Menurun

Kiswondari, Sindonews · Senin 22 Maret 2021 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 337 2381941 kepala-bnpt-selama-pendemi-covid-19-tren-potensi-radikalisme-menurun-3ncBIwsu1y.jpg Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Foto: Humas BNPT)

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut tren potensi radikalisme di Tanah Air cenderung menurun selama pandemi Covid-19. Fakta ini didapat berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan BNPT bersama Alvara Research dan Nasarudin Umar Foundation.

“Tren potensi radikalisme di Indonesia menurun dari tahun 2017 sebesar 55,2 persen atau masuk dalam kategori sedang, tahun 2019 sebesar 38,4 persen kategori rendah dan menjadi 14 persen pada tahun 2020 yaitu kategori sangat rendah,” kata Boy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/3/2021).

“Hal itu menunjukkan bahwa selama masa pandemi Covid-19, tren potensi radikalisme cenderung menurun, mengalami penurunan,” sambungnya.

Baca Juga:  Kepala BNPT: Cegah Paham Radikal Harus Libatkan Semua Pihak

Boy memaparkan, pada tahun 2020, Global Terorism Index juga mengeluarkan hasil survei yang menemukan bahwa Indonesia ada pada peringkat 37 atau naik peringkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya, posisi itu menjelaskan bahwa Indonesia berada pada ketegori medium negara yang terdampak terorisme.

“Pada tingkat regional di Asia Tenggara, Indonesia masih lebih aman dibandingkan dengan Filipina, Thailand dan Myanmar,” papar Boy.

Namun demikian, Boy meminta semua pihak untuk mewaspadai penyebaran paham radikalisme. Sebab secara global, terjadi pergeseran penyebaran paham radikalisme melalui media daring atau online.

“Hal ini juga diserukan PBB dengan menguatkan resolusi nomor 2.532 pada tanggal 1 Juli 2020 dalam rangka menjaga perdamaian dan keamanan internasional di masa pandemi yang isi seruannya adalah agar dilakukan segera gencatan senjata di daerah konflik di berbagai belahan dunia,” terangnya.

“Namun, itu tidak berlaku bagi operasi militer terhadap teroris internasional antara lain ISIS dan Al Qaeda,” tandas Boy.

Baca Juga: Tazneen Miriam Sailar, WN Inggris yang Dinikahi Anggota Teroris JI Asal Indonesia

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini