KPK Turut Periksa Politikus Partai Gerindra Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 22 Maret 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 337 2381895 kpk-turut-periksa-politikus-partai-gerinda-terkait-kasus-suap-edhy-prabowo-kJgxPOlhDR.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengagendakan pemeriksaan terhadap Politikus Partai Gerindra, Miftah Nur Sabri, sebagai saksi, pada hari ini. Miftah Sabri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Staf Khusus (Stafsus) Edhy Prabowo.

Miftah bakal didalami keterangannya dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan izin ekspor benih bening benur (lobster) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain Miftah, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya yakni, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di KKP, Anton.

Keterangan keduanya dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Edhy Prabowo (EP). "Tambahan saksi untuk tersangka EP dkk. Anton dan Miftah Nur Sabri," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (22/3/2021).

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik dari kedua saksi tersebut. Diduga, penyidik bakal mendalami keterangan keduanya terkait aliran uang serta konstruksi dalam perkara ini.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP).

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Baca Juga: Eks Ketua DPC Demokrat Halmahera Utara Gugat AHY Ganti Rugi Rp5 Miliar

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini