Video Viral Jaksa Mengaku Terima Suap di Kasus Habib Rizieq Hoaks

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 21 Maret 2021 04:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 21 337 2381310 video-viral-jaksa-mengaku-terima-suap-di-kasus-habib-rizieq-hoaks-m30retN4Ih.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan klarifikasi soal beredarnya video di media sosial (medsos) yang menggambarkan adanya seorang jaksa menerima suap di kasus terdakwa Habib Rizieq Shihab.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak menyebut bahwa video yang viral tersebut adalah hoaks. Menurutnya, hal itu adalah penjelasan Yulianto, SH, MH, selaku Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada media pada tahun 2016.

"Bahwa video penangkapan seorang oknum Jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu dan bukan merupakan pengakuan Jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Sihab," kata Leonard dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (21/3/2021).

Baca Juga:  Habib Rizieq Sudah Siapkan Eksepsi Kasus Dugaan Pelanggaran Karantina Kesehatan

Leonard memastikan, penangkapan oknum Jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Bahwa pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum Jaksa AF pada video tersebut, adalah Bapak Yulianto, yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujarnya.

Baca Juga:  Habib Rizieq Dinilai Menghina Peradilan, Ini Kata Mahfud MD

Ia menekankan, video penangkapan oknum Jaksa AF tidak ada sama sekali kaitan dan hubungannya dengan proses sidang Muhammad Rizieq alias Habib Rizieq Sihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang saat ini sedang disidangkan.

"Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaaan Agung menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoaks," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini