Kisah Pengambilan Keris, Muncul Naga Siluman Sebesar Kelapa

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 20 Maret 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 337 2380987 kisah-pengambilan-keris-muncul-naga-siluman-sebesar-kelapa-VtFB6t2BxM.jpg Ilustrasi (Foto: Kerisaji)

USTADZ Aziz Hidayatullah, Ketua FKPPAI (Forum Keluarga Paranormal dan Alternatif Indonesia) menceritakan kisah tentang kekuatan mistis keris. Suatu ketika, temannya ke daerah Purworejo, Jawa Tengah ke daerah perbukitan bekas tempat petilasannya Raden Danang Sutawijaya raja Mataram Islam.

Temannya ke sana dalam rangka untuk penarikan pusaka pesanan dari seorang Kolonel di Jakarta yang akan berangkat tugas ke Aceh. "Di perbukitan di Purworejo, masyarakat di sana saat malam hari sering melihat seberkas cahaya warna biru terang dari perbukitan itu," ucapnya.

Baca Juga:  Misteri Jamaah Berbaju Putih dan Macan Gaib di Puing-puing Keraton Banten

Setelah sampai, mereka melakukan ritual. Mempersiapkan ubo rampe. Setelah kurang lebih 1,5 jam bersemedi, dari tempat lokasi terjadi ledakan dan tidak lama muncul cahaya biru terang sekali, lalu muncul khadam berupa naga yang besarnya 2 kali pohon kelapa.

Naga itu mengibaskan ekornya ke arah mereka, temannya terpental. Tapi tidak lama muncul pusaka berupa keris luk tujuh tanpa warangka dan gagang. “Pusaka ini kemudian diberikan kepada kolonel. Dilakukan pengetesan, yakni keris dipegang dan setelah itu diuji rambutnya, disayat pakai silet, rambutnya tidak putus,” ujarnya.

Kolonel itu menceritakan beberapa kejadian aneh di sana setelah memegang keris. Misalnya rumahnya di sana pernah digranat tapi granatnya tidak meledak. Pernah juga dia dan rumahnya dihujani tembakan tapi dia selamat dan tak ada satu pun peluru yang mengenai tubuhnya.

“Percaya atau tidak cerita itu, kembali ke pada masing-masing,” tandasnya.

Diterangkannya bahwa sisi mistis keris dapat dilihat dari warangkanya. Keris biasanya membutuhkan warangka dari kayu tertentu. Kayu dimaksud dapat memberikan daya magis yg lebih besar jika digunakan sebagai warangka. Ada beberapa jenis kayu yang sering digunakan untuk warangkanya.

"Kayu cendana wangi, biasanya digunakan untuk tujuan agar keris senantiasa berbau wangi dan secara spritual dipercaya dapat menambah kekuatan gaib yang berada dalam keris. Sifat kayu tidak terlalu keras maupun rapuh sehingga dalam pembentukan menjadi warangka sangat mudah," ujarnya.

Baca Juga:  Kisah Pakubuwono VI Ditembak Belanda dan Penyelamatan Permaisuri di Ndalem Kemasan

Dijelaskannya, kayu asem jawa, biasanya digunakan untuk membuat warangka manakala dalam kayu tersebut terdapat galih (teras) meskipun hanya sedikit. Dipercaya kekuatan dari teras ini mampu memberikan kekuatan baru bagi keris yang berada didalamnya. Tapi sifat kayu ini sangat keras jadi dalam pembentukannya membutuhkan waktu agak lama.

Kayu kebak, biasanya digunakan untuk dapat meredam kekuatan jahat yang berada dalam keris. "Kayu ini sangat ringan dan rapuh sehingga dalam pembentukannya sangat sulit," ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini