Soal Badge Award, Kompolnas Harap Partisipasi Publik yang Bertanggung Jawab

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 20 Maret 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 337 2380977 soal-badge-award-kompolnas-harap-partisipasi-publik-yang-bertanggung-jawab-BnLfj0GGyP.jpg Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berencana memberikan Badge Award atau penghargaan lencana kepada masyarakat yang aktif melaporkan terjadinya tindak pidana di media sosial (medsos).

Menanggapi hal itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap, adanya pertanggungjawaban dari masyarakat dalam melakukan pelaporan tersebut. Mengingat, hal itu bertujuan agar tetap menjaga demokrasi tetap pada gerbongnya.

"UU ITE juga memberikan ruang bagi partisipasi publik. Tetapi diharapkan partisipasi publik yang bertanggung jawab untuk sama-sama mengawal demokrasi," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga: Polri Diminta Bijak dalam Memberikan Badge Award ke Warga

Poengky menekankan, untuk efektivitas pemberian penghargaan Badge, harus dilihat dulu hasilnya dan direview. Hal itu, katanya, memang memerlukan waktu untuk bisa melihat hasilnya dan menganalisa.

"Kami melihat ada upaya dari Divisi Siber, di samping melakukan penegakan hukum, juga edukasi dan melibatkan partisipasi publik," ucap Poengky.

Disisi lain, Poengky mengakui, terkadang ketika membuka pintu bagi peran partisipasi publik, ada yang menanggapi serius, namun juga terkadang memiliki tendensi tertentu untuk kepentingan pribadi.

"Dan ada yang justru iseng memposting di luar konteks. Oleh karena itu Polri harus mempunyai indikator jelas bagi siapa yang bisa diberi penghargaan Badge," ujar Poengky.

Baca Juga: Sambut Idul Fitri, Polri Siapkan Operasi Ketupat Masa Pandemi Covid-19

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi sebelumnya menyebut bahwa penghargaan badge itu bukan bertujuan untuk membuat masyarakat saling melapor.

"Diberikan kepada masyarakat yang dapat memberikan informasi yg terverfikasi, khususnya untuk kasus yang tidak terungkap. Tapi kalo kasus hanya saling lapor yang tentunya kami bisa ungkap, bukan sesuatu hal yang luar biasa," kata Slamet di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 18 Maret 2021.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini