PPKM Diperluas, Epidemiolog Beri Catatan soal Penguatan 3T

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 20 Maret 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 337 2380972 ppkm-diperluas-epidemiolog-beri-catatan-soal-penguatan-3t-P3uWikSnNs.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro mulai 23 Maret hingga 5 April 2021. Bahkan, kali ini, program itu diperluas cakupan wilayahnya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal itu, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memberi catatan bahwa, dalam memperluas PPKM tersebut, pemerintah harus fokus untuk menguatkan testing, tracing, treatment 3T.

"Yang menjadi catatan penting PPKM mau diperluas berapapun tapi selama faktor deteksi dini kasus penemuan secara dini 3T tidak memadai itu tidak akan berhasil," kata Dicky kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga:  Kabur dari Tempat Isolasi, Pasien Positif Covid-19 Pulang ke Rumah

Jika demikian, kata Dicky, yang terjadi sesungguhnya adalah mencegah penyebaran Covid-19 hanya akan sia-sia. Walaupun cakupan wilayah pelaksanaan PPKM diperbanyak

"Dan itu catatan sejauh ni aspek 3T belum dilakukan memadai di PPkM mikro sebelumnya dan harapannya kalau diperluas ya aspek 3T harus dilakukan diperkuat karena kita hadapi situasi jauh lebih serius saat ini," ujar Dicky.

Bahkan, ia menyebut, di balik pernyataan Pemerintah yang mengklaim angka penyebaran Covid-19 cenderung menurun, tetapi di sisi lain soal angka kematian masih mengkhawatirkan.

"Bertolak belakang tren kasus yang ditampilkan pemerintah menurun sebetulnya dari sisi indikator positivity rate maupun kematian kita masih dalam posisi sangat serius ditambah performa 3T yang stabil rendah dan cenderung menurun," tutup Dicky.

Baca Juga: Gus Nabil: Vaksin Astrazeneca dan Sinovac Itu Halal, Jangan Sebar Fitnah!

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini