MK Tak Terima Gugatan Pilkada Tasikmalaya, Pasangan Ade-Cecep Resmi Jabat Bupati dan Wabup

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 19 Maret 2021 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 337 2380891 mk-tak-terima-gugatan-pilkada-tasikmalaya-pasangan-ade-cecep-resmi-jabat-bupati-dan-wabup-aBDT7RliO4.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan tidak menerima gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, yang diajukan oleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 4, Iwan Saputra-Iip Miptahul Paos.

"Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," kata Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan yang disiarkan melalui akun YouTube milik MK, Jumat (19/3/2021).

Baca juga:  MK Batalkan Hasil Penghitungan Suara Bupati dan Wabup Morowali Utara 2020

Dengan tidak diterimanya gugatan PHPU yang diajukan oleh Iwan Saputra-Iip Miptahul Paos itu, maka MK memperkuat hasil Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 yang memenangkan pasangan Ade Sugianto-Cecep Nurul sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan bahwa eksepsi dari termohon dan pihak terkait berkenaan dengan kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum. Oleh karenanya, eksepsi dari pihak termohon dapat diterima.

Baca juga:  PKS Keukeuh Tolak Pilkada Serentak pada 2024

Hakim juga nenyatakan bahwa pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Di mana, dalam pokok permohonannya tersebut menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima.

Sebelumnya, Pasangan Calon (paslon) nomor 4 di Pilkada Tasikmalaya, Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos, menggugat dugaan kecurangan yang masif dilakukan oleh calon petahana Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin bersama KPU Kabupaten Tasikmalaya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tim Iwan-Iip menilai penyelanggara telah subyektif kepada calon petahana, karena tak transparan dalam proses penghitungan suara melalui rapat pleno KPU Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mengklaim banyak memiliki bukti kecurangan pelaksanaan Pilkada Tasikmalaya, dan saat proses penghitungan suara oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya, beserta jajarannya.

"Kalau bukti kita tidak akan diungkapkan di sini. Kita akan buka nanti di persidangan MK. Paling jelas adalah banyak sekali kecurangan-kecurangan yang jelas dilakukan secara masif oleh petahana dan KPU Kabupaten Tasikmalaya. Kita akan buktikan nanti di MK," jelas Ketua Tim Pemenangan Iwan-Iip, Ami Fahmi kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini