Mabes Polri Klaim Periksa Tiga Anggota dalam Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 19 Maret 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 337 2380673 mabes-polri-klaim-periksa-tiga-anggota-dalam-kasus-unlawful-killing-laskar-fpi-4imvaB7WRy.jpg Laskar FPI (foto: istimewa)

JAKARTA - Mabes Polri mengklaim telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga polisi terlapor dalam kasus 'unlawfull killing' pada empat laskar FPI di KM 50 Jakarta-Cikampek.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan bahwa pemeriksaan kepada tiga anggota tersebut dilakukan pada pekan lalu.

"Sudah diperiksa. Pasti sudah diperiksa. Minggu-minggu kemarin sudah diperiksa," kata di kantornya, Jumat (19/3/2021).

Meski memastikan tiga anggota polisi Polda Metro Jaya tersebut telah diperiksa, namun Rusdi tidak menyebut jelas waktu dan materi pemeriksaan. Dia meyakini pemeriksaan telah dilakukan karena statusnya saat ini sudah naik menjadi terlapor.

Baca juga: TP3 Bongkar Isi Percakapan dengan Jokowi soal Pembunuhan Laskar FPI

"Dari awal ketika proses penyelidikan dinaikkan ke proses penyidikan itu penyidik bekerja dengan cepat untuk menuntaskan masalah," jelasnya.

Baca juga: Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Unlawful Killing Laskar FPI, Identitas Masih Rahasia

Dikatahui, tiga anggota polisi tersebut statusnya dinaikan menjadi terlapor. Ketiganya telah dibebastugaskan untuk keperluan penyidikan.

Ketiganya dikenakan Pasal 338 Jo. Pasal 351 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan. Meski begitu ketiganya belum ditetapkan menjadi tersangka.

Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam sebelumnya mengatakan, hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan bahwa penembakan 4 laskar merupakan sebagai tindakan di luar hukum 'unlawful killing' sebab dilakukan tanpa upaya menghindari jatuhnya korban oleh aparat kepolisian.

Dalam peristiwa tersebut, total ada 6 laskar FPI yang meninggal dunia usai kontak tembak di KM 50 Tol Cikampek. Keenam laskar FPI yang telah meninggal dunia pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyerangan terhadap aparat kepolisian, namun kasus dihentikan oleh penyidik Bareskrim Polri sesuai Pasal 109 KUHAP berdasarkan Pasal 109 ayat (2) huruf C KUHAP.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini