Kejagung: Nilai Sitaan Aset Asabri Belum Setengah dari Kerugian Negara

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 18 Maret 2021 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 337 2380231 kejagung-nilai-sitaan-aset-asabri-belum-setengah-dari-kerugian-negara-fs6v7b2bPp.jpeg Kejagung RI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono menyatakan, sampai saat ini sitaan aset kasus PT Asabri masih belum menutup separuh dari kerugian negara.

"Masih ditelusuri, belum, jauh dari dugaan kerugian negara masih jauh jumlahnya," kata Ali di Gedung Bundar, Jakarta Selatan, Kamis (18/3/2021). 

Meski telah menyita sejumlah perusahaan tambang, tanah, barang mewah hingga kapal besar. Ali menyebut sitaan tersebut belum ada separuh dari jumlah kerugian negara. 

"Belum (50 persen) jauh," tambahannya. 

Baca juga: Terkait Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Dia menjelaskan, hingga saat ini jumlah pasti kerugian negara dalam kasus PT Asabri masih diaudit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Berdasarkan penghitungan awal, kerugian negara mencapai Rp23 triliun. 

"Masih di fix-an BPK, masih nunggu. Dulu kan diumumkan dugaan awalkan Rp23 triliun, kalau diperbandingkan belum, jauh, masih ditelusuri," jelasnya. 

Baca juga: Korupsi ASABRI, Kejagung Sita 17 Kapal Milik Heru Hidayat

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyita sejumlah Aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Barang bukti tersebut mulai jam tangan, mobil mewah, tanah, hingga tambang nikel. 

Dari total sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka, kejagung menyita sejumlah barang berharga dari empat tersangka.

Dari tangan Heru Hidayat, penyidik menyita 23 ribu hektare lahan tambang nikel, kapal LNG dan mobil mewah; Sementara dari Jimmy Sutopo disita mobil mewah, uang tunai, cek Rp2 miliar, serta 14 jam tangan mewah. 

Selanjutnya Sonny Widjaja, penyidik menyita sebanyak 17 bus. Terakhir Benny Tjokrosaputro penyidik menyita sebanyak 410 hektare tanah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini