Kepala BNN: Masih Sangat Sedikit Negara Legalkan Ganja untuk Kesehatan

Rakhmatulloh, Sindonews · Kamis 18 Maret 2021 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 337 2380054 kepala-bnn-masih-sangat-sedikit-negara-legalkan-ganja-untuk-kesehatan-mPMjUKmB5h.jpg Kepala BNN Irjen Petrus Reinhard Golose. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Petrus Reinhard Golose menyampaikan pandangannya terkait ganja untuk kesehatan. Dia melihat, tren ini sedang meningkat di sejumlah negara. Bahkan, trennya meningkat dari nomor empat menjadi nomor satu.

Petrus pun melihat perbandingan di Amerika Serikat (AS) yakni dari 50 negara bagian, 48 negara bagian di antaranya sudah setuju, tapi untuk rekreasional.

"Tapi dengan aturan yang sangat rumit. Kami juga sudah ke Kanada, bahkan di Kanada mantan komisioner polisi menjadi komisaris dalam penjualan ganja, legal," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Kendati begitu, Petrus menjelaskan, tidak semua dari negara di dunia dan masih di atas 70 persen yang tidak melegalkan ganja untuk rekreasional.

"Tapi untuk kesehatan lain lagi pembicaraannya. Tetapi rata-rata untuk kesehatan yang dilegalkan masih sangat amat sedikit. Lebih cenderung tidak yang digunakan oleh negara-negara tertentu," ucapnya.

Lebih lanjut Petrus mengatakan, terhadap data negara-negara yang menjadikan ganja sebagai kesehatan akan disampaikan jika nanti ada proses pembahasan di Prolegnas. Termasuk data soal orang yang direhabilitasi dan dihukum karena melegalkan ganja untuk kepentingan kesehatan.

Baca Juga : 808 Kg Sabu dan 3.462 Kg Ganja Disita BNN dalam 3 Bulan Terakhir

"Tapi perlu saya sampaikan juga bahwa kita juga berkoordinasi bukan hanya inter kementerian, tetapi dengan MK sehingga bapak sudah memonitor ada surat edaran dari MK. Walaupun itu bukan sebagai dasar hukum, hanya sebagai pedoman dari hakim," tuturnya.

Baca Juga : DPR: Kalau Hanya Pelengkap, Bubarkan Saja BNN

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini