Share

Saksi Akui Berikan Uang ke Eks Panitera PN Jakut Rohadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 18 Maret 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 337 2380037 saksi-akui-berikan-uang-ke-eks-panitera-pn-jakut-rohadi-3Mfj9e1xiT.jpg Sidang lanjutan terkait kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang yang menyeret mantan panitera PN Jakut, Rohadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/3/2021). (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Direktur PT Maju Santosa Cemerlang, Ali Darmadi, mengakui pernah memberikan sejumlah uang ke mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi. Uang itu diberikan Ali Darmadi secara bertahap sebagai ucapan terima kasih.

Demikian diakui Ali Darmadi saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Rohadi, yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Awalnya, salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Ali Darmadi. Dalam BAP-nya, Ali mengaku memberikan uang agar Rohadi membantu pengurusan perkaranya.

"Terkait pada BAP Anda di poin 8, 'Maksud pemberian uang yang saya lakukan saya menganggap saudara Rohadi dapat membantu saya dalam pengurusan beberapa perkara baik perdata maupun PTUN yang sedang saya hadapi'. Betul BAP itu?," tanya Jaksa KPK ke Ali, Kamis (18/3/2021).

Ali mengamini pengakuan dalam BAP-nya tersebut. Hanya saja, Ali mengklaim bahwa maksud uang yang diberikan kepada Rohadi sebagai ucapan terima kasih atas jasa konsultasi terkait dengan perkara yang sedang dihadapinya. Ia berdalih uang itu bukan untuk memenangkan perkaranya.

"Maksud saya, saya sudah banyak konsultasi jadi ya ada uang sebagian itu saya anggap ucapan terima kasih atas-atas sarannya (Rohadi)," dalih Ali.

Jaksa KPK kemudian mengonfirmasi adanya aliran uang untuk Rohadi dari rekening istri Ali Darmadi, Wahjuni Wardiman, serta rekening atas nama PT Maju Permata Gading Autocenter serta PT Maju Sentosa Cemerlang. Ali Darmadi mengamini adanya pemberian uang lewat sejumlah rekening tersebut.

"Betul Pak," jawab Ali kepada Jaksa.

Tak sampai di situ, Jaksa mencecar Ali soal jumlah uang yang diklaim sebagai ucapan terima kasih tersebut. Jaksa heran uang ucapan terima kasih yang diberikan Ali kepada Rohadi tergolong banyak.

Baca Juga : Sidang Pencucian Suap Panitera PN Jakut Rohadi, Jaksa KPK Hadirkan 4 Saksi

"Nah kalau dilihat dari jumlahnya ini sampai banyak Pak? Kalau hanya terima kasih ini kan sampai totalnya Rp1,5 miliar. Bisa Anda jelaskan," tanya Jaksa KPK.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Ali Darmadi menjawab bahwa dia lupa dengan jumlah itu. Menurutnya, dana yang diberikan lewat rekening tersebut merupakan uang dari hasil pinjam-meminjam antara dia dengan Rohadi ketika berada di tempat hiburan, serta beberapa kali untuk pembayaran DP jual beli mobil.

Dalam surat dakwaan yang disusun Jaksa KPK, Ali Darmadi disebut pernah memberikan uang sebesar Rp1,6 miliar kepada Rohadi. Uang itu diduga untuk mengurus sejumlah gugatan perkara perdata Ali Darmadi dengan pihak lain, baik di tingkat banding maupun kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga : Muncul Nama Fadli Zon hingga Jusuf Kalla di Sidang Suap Rohadi

Dalam perkaranya, Rohadi didakwa menerima suap dengan total Rp4.663.500.000 (Rp4,6 miliar); kemudian gratifikasi dengan nilai Rp11.518.850.000 (Rp11,5 miliar). Sedangkan terkait perkara TPPU, Rohadi didakwa mencuci uang hasil suap dan gratifikasinya sejumlah Rp40.598.862.000 (Rp40,5 miliar).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini