Mahfud MD Sebut Negara Bisa Langgar Konstitusi, Pengamat: Demokrasi Bukan Sekadar Prinsip

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 18 Maret 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 337 2379936 soal-pernyataan-mahfud-md-negara-bisa-langgar-konstitusi-pengamat-demokrasi-bukan-sekadar-prinsip-tapi-juga-cara-DpSsWFUK1V.jpg Menko Polhukam Mahfud MD.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Pengamat Politik dan Hukum, Ray Rangkuti menyebutkan, ucapan Menkopolhukam Mahfud MD perihal dalam kondisi darurat negara bisa melanggar konstitusi demi keselamatan masyarakat jangan disalahartikan ke politis jabatan presiden 3 periode.

"Benar secara filosofis, tinggal bagaimana ide filosofis ini dilaksanakan. Masalah demokrasi bukan hanya sekedar prinsip tapi juga cara. Semua orang berhak dipilih dan memilih, itu prinsip dasarnya dalam demokrasi," ujar Ray Rangkuti, Kamis (18/3/2021) ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

"Dan atas nama demokrasi pula, dibuatkan dan diatur caranya agar hak dimaksud tidak saling tabrakan, dengan begitu ketertiban sosial tetap terjaga, dan hukum rimba tidak merajalela," jelas Ray Rangkuti.

Baca Juga: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Dinilai Jadi Catatan Suram Perjalanan Bangsa

Lebih lanjut ia menyebutkan, maka ditemukanlah pemilu, dibagilah kekuasaan pada setidaknya tiga cabang, dan dibatasilah kekuasaan masing-masing cabang itu.

"Bahkan masa jabatan presiden pun dinyatakan tidak boleh lebih dari dua periode. Maka ucapan dan pandangan pak Mahfud itu akan semrawut bila tidak disebutkan cara prinisip itu ditegakkan. Dan prinsip dan cara itu sama penting dan prinsipnya juga," ungkap Ray Rangkuti.

Baca Juga: Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode Diprediksi 'Muluskan' Duet Jokowi-Prabowo pada 2024

Menurutnya, tidak bisa prinsipnya didahulukan, caranya dibelakangkan. Sebab, apabila terjadi kekeliruan pada cara yang berakibat terjadinya korban, siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban.

"Maka pernyataan pak Mahfud itu harus menyertakan juga soal cara. Tapi jika hanya berhenti pada prinsip dasarnya tanpa membincangkan caranya, tentu akan membuat kelam masa depan demokrasi," tutup Ray Rangkuti.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini