Indonesia Darurat Narkoba, DPR Sarankan Kepala BNN Ngadep Presiden Jokowi

Felldy Utama, iNews · Kamis 18 Maret 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 337 2379927 indonesia-darurat-narkoba-dpr-sarankan-kepala-bnn-ngadep-presiden-jokowi-uutXpIPfHv.jpg Kepala BNN, Komjen Petrus saat RDP dengan Komisi III DPR RI (foto: ist)

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR, Herman Hery meminta kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose, untuk berbicara kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), perihal kebijakan darurat narkoba seperti apa yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah.

Awalnya, Herman meminta kepada Kepala BNN untuk melakukan terobosan baru yang akan dijalankan di institunya dalam 3 tahun ke depan. Menurutnya, dalam merumuskan kebijakan terobosan tersebut, Kepala BNN diminta harus berbicara terlebih dahulu dengan Presiden Jokowi.

“Saya sarankan pak Petrus bisa bicara dengan Presiden langsung. Paparkan kepada Presiden situasinya seperti ini loh pak negara kita soal narkoba, soal narkotika,” kata Herman dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama BNN, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Baca juga:  808 Kg Sabu dan 3.462 Kg Ganja Disita BNN dalam 3 Bulan Terakhir

Dia pun menyinggung soal sikap Presiden dalam menghadapi kondisi bencana non-alam Covid-19. Dimana, kepala negara menyatakan bahwa pemerintah akan all out dalam menangani situasi tersebut. Herman pun mempertanyakan sikap pemerintah terhadap situasi yang disebutnya sebagai darurat narkoba.

"Kalau Presiden bisa membuat kebijakan melalui Perppu dan segala macam soal pemulihan covid-19, soal pemulihan ekonomi nasional, bahkan berapapun biayanya covid ini harus diatasi, lalu narkoba ini bagaimana, katanya darurat,” ujarnya.

Baca juga:  Kepala BNN Ungkap Peredaran Narkoba Meningkat saat Pandemi Covid-19

Oleh karena itu, ia berharap kepada Petrus Golose untuk berani bertemu presiden dalam rangka membicarakan situasi darurat narkoba tersebut. Ia ingin pemerintah memiliki perhatian serius dalam mengatasi peredaran gelap narkotika ini.

"Barangkali sampai hari ini, belum ada kepala BNN yang datang ke Presiden secara face to face untuk bicara langsung dengan Presiden membahas terobosan apa yang harus dibikin. saya katakan ini karena sudah 15 tahun di sini, begitu begitu saja,” tutur dia melanjutkan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini