Share

Ketua MUI Ungkap Tontonan Dewasa Picu Melonjaknya Pernikahan Dini

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 18 Maret 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 337 2379719 ketua-mui-ungkap-tontonan-dewasa-picu-melonjaknya-pernikahan-dini-sMIn6y85sS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Miftachul Akhyar mengatakan, penyebab peningkatan pernikahan usia anak atau perkawinan dini salah satunya karena banyaknya tontonan-tontonan yang harusnya untuk dewasa sudah tetapi dinikmati oleh anak-anak.

“Mungkin karena banyak tontonan-tontonan yang mestinya itu dilihat oleh usia-usia dewasa tapi sudah dinikmati oleh anak-anak. Sehingga lahirlah artinya ini banyak penyebabnya, banyak faktor,” ungkap Miftachul Akhyar dalam seminar nasional Pendewasaan Usia Perkawinan Untuk Peningkatan Kualitas SDM Indonesia secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: Takut Anak Hamil Duluan, Pernikahan Dini Marak di Blitar

Namun, Miftachul Akhyar mengatakan selain itu juga banyak faktor yang menjadi penyebabb meningkatnya perkawinan dini. Sehingga, tegasnya menjadi kewajiban oleh pemerintah untuk mengamati penyebab terjadinya peningkatan perkawinan dini ini.

“Tentu semua itu banyak hal-hal yang penyebab hal-hal yang menjadikan meningkatnya perkawinan dini, terutama di desa-desa ini kewajiban kita bersama, kewajiban pemerintah untuk mengamati apa penyebab mereka ada peningkatan,” kata Miftachul Akhyar.

Apalagi, kata Miftachul Akhyar bahwa di dalam Alquran juga telah dijelaskan bahwa pernikahan harus bertujuan menciptakan sebuah kehidupan yang harmoni. Tidak asal cocok, lalu menikah. “Di sini sebagai suatu bukti bahwa hayaat jauziah adalah tawaran utama dalam Islam. Kalau itu tawarannya, maka tidak serendah pemahaman selama ini. Asal cocok kawin, bahkan mungkin batasan usia yang telah ditetapkan bagi perempuan 19, bagi lelaki 21 misalnya,” tuturnya.

“Tapi kalau belum memenuhi kriteria, belum ada sebuah kebutuhan, tujuan untuk hayaat jauziah sebuah kehidupan harmoni, harmoni di dunia, harmoni di akhirat, itupun perkawinan yang belum berkualitas,” tegasnya.

Baca Juga: Heboh Pelajar SMP Memutuskan Menikah, Tetap Dapat Pendampingan hingga Bisa Mandiri

Apalagi, kata Miftachul Akhyar, pernikahan usia dini akan menanggung sebuah kehidupan yang harapannya melahirkan sebuah masyarakat unit-unit rumah tangga yang berkualitas. “Dari unit-unit rumah tangga itulah terbentuk sebuah masyarakat. Maka kalau masyarakat adalah masyarakat yang berkualitas, maka lahirlah sebuah bangsa dan umat dan negara yang berkualitas,” katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini