Iis Rosita Akui Dibelikan Jam Rolex Hadiah Anniversary oleh Edhy Prabowo di Hawaii

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 17 Maret 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 337 2379534 iis-rosita-akui-dibelikan-jam-rolex-hadiah-anniversary-oleh-edhy-prabowo-di-hawaii-MHoPKurw1Z.jpg Edhy Prabowo. (Foto : Sindo)

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi, mengakui pernah menerima jam tangan merek Rolex dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, saat berkunjung ke Hawaii, Amerika Serikat. Iis Rosita Dewi merupakan istri dari Edhy Prabowo.

Demikian diakui Iis Rosita Dewi saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster dengan terdakwa Suharjito, pada hari ini.

"Ya, saya menerima (jam Rolex dari Edhy) ketika di Hawaii, ketika di dalam hotel," ucap Iis menjawab pertanyaan Jaksa soal jam Rolex dari Edhy Prabowo di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2021).

Jaksa kemudian mengonfirmasi Iis soal pembelian jam tangan merek Rolex tersebut. Iis mengaku tidak mengetahui persis di mana suaminya membeli jam tangan itu. Namun, Iis mengatakan, jam tangan itu adalah hadiah ulang tahun.

"Saya tidak tahu persis pada dasarnya. Tapi pak Edhy ketika menyerahkan bilang bahwa: This is Anniversary Present," ungkapnya.

Sekadar informasi, tim JPU KPK menghadirkan delapan saksi pada persidangan hari ini. Mereka adalah Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo serta istrinya yang merupakan anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi.

Baca Juga : Sidang Suap Benur, Pejabat KKP Dikonfirmasi soal Kapasitas Ngabalin Ikut Edhy Prabowo ke Hawaii

Selain Edhy Prabowo dan Iis Rosita, tim Jaksa juga menghadirkan Model cantik sekaligus Mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Edhy Prabowo, Anggia Putri Tesalonika; Kabag Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan, Desri Yanti.

Kemudian, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andhika Anjaresta; Staf Andhika Anjaresta, Dwi Kusuma Wijaya; Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik, Chandra Astan; serta Staf Menteri Kelautan dan Perikanan, Ahmad Syaihul Anam. Mereka bersaksi untuk terdakwa Suharjito.

Dalam perkara ini, Pemilik sekaligus Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito didakwa telah menyuap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo sebesar 103.000 dolar AS atau setara Rp1,4 miliar dan Rp706.055.440 (Rp706 juta). Total keseluruhan suap yang diberikan Suharjito untuk Edhy Prabowo tersebut ditaksir mencapai Rp2,1 miliar.

Baca Juga : Wanita Cantik Ini Mengaku Disewakan Apartemen hingga Diberikan Mobil oleh Edhy Prabowo

Suap sebesar Rp2,1 miliar tersebut, disebut-sebut untuk mempercepat proses rekomendasi persetujuan pemberian izin budidaya sebagai salah satu syarat pemberian izin ekspor Benih Bening Lobster (BBL) kepada PT. Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP). Atau dengan kata lain, suap itu untuk memuluskan PT DPPP memperoleh izin ekspor benih lobster.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini