Polri Pastikan Virtual Police Tidak Sasar WhatsApp

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 17 Maret 2021 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 337 2379338 polri-pastikan-virtual-police-tidak-sasar-whatsapp-LNCcyXzQnI.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto : iNews/Riezky Maulana)

JAKARTA - Polri menyatakan program Virtual Police tidak akan menyasar atau masuk ke dalam akun WhatsApp terkait dugaan pelaporan kasus pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Polisi hanya akan memproses hal itu jika menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas di dalam akun WhatsApp.

"Konten WhatsApp yang merupakan area privat atau area pribadi, Polri akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait dengan konten WA yang berisi dugaan tindak pidana apabila Polri menerima laporan dari masyarakat. Saya ulangi apabila Polri menerima laporan dari masyarakat dalam bentuk laporan screenshot atau tangkapan layar dari salah satu anggota grup yang melaporkan akun yang memposting ujaran kebencian dan SARA," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

Ahmad menekankan, Virtual Police bisa langsung memberikan teguran atau peringatan ke akun media sosial seperti Twitter, Facebook, dan lainnya. Tetapi, untuk WhatsApp karena area privat, Virtual Police tidak akan langsung masuk jika tak mendapatkan laporan.

"Area privat atau ranah pribadi dan Virtual Police tidak masuk ke ranah tersebut. Saya ulangi polisi tidak masuk karena tersebut artinya sekali lagi bahwa Virtual Police hanya melakukan teguran setelah menerima laporan pengaduan dari masyarakat misalnya di grup WA ada ujaran kebencian atau postingan kemudian salah satu anggota grup melakukan screenshot kemudian melaporkan kepada polisi," ujar Ahmad.

Baca Juga : Polri Sebut 89 Akun Medsos Sebarkan Ujaran Kebencian, Paling Banyak di Twitter

Menurut Ahmad, dengan adanya penjelasan tersebut masyarakat harus memahami, tidak ada lagi anggapan bahwa tujuan dari patroli siber atau Virtual Police menyasar ke ranah privasi seperti WhatsApp.

"Sekali lagi namun perlu dijaga masyarakat dalam melakukan media sosial dalam melakukan menggunakan media sosial harus bijak sehingga menimbulkan atau memunculkan ruang digital yang sehat dan produktif," ucap Ahmad.

Di sisi lain, Ahmad menyebut, untuk teguran Virtual Police di akun medsos lainnya pihak Dit Siber Bareskrim Polri sudah memberikan beberapa peringatan. Setelah itu, pengguna pun kebanyakan langsung menghapus postingannya yang diduga melanggar pidana.

Baca Juga : Teguran Virtual Police Juga Akan Sasar Akun Whatsapp

"Setelah dilakukan peneguran mereka rata-rata menghapus postingan tersebut," tutur Ahmad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini