Ini Cara Donor Plasma Konvalesen dan Donor Darah Umum, Simak Bincang Bareng MNC Peduli - PMI DKI

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 17 Maret 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 337 2379198 ini-cara-donor-plasma-konvalesen-dan-donor-darah-umum-simak-bincang-bareng-mnc-peduli-pmi-dki-Z3F0cqtbh7.jfif Foto:Ist

JAKARTA--Satu tahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berbagai macam cara untuk mempercepat penanganan tengah dilakukan, seperti penerapan protokol kesehatan dan program vaksinasi gratis.

Selain itu, sebagai upaya penanganan pasien Covid-19 saat ini juga dilakukan terapi plasma konvalesen. Terapi plasma konvalesen ini merupakan terapi penyembuhan dengan menggunakan plasma dari orang yang sudah sembuh dari penyakit Covid-19.

Donor plasma ini bahkan sudah resmi menjadi Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen yang dicanangkan oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin pada 18 Januari 2021.

Membantu menyukseskan gerakan nasional, MNC Peduli bersama PMI Provinsi DKI Jakarta membahas tuntas mengenai plasma konvalesen dan donor darah umum di tengah pandemi melalui Instagram Live dengan narasumber Kepala Bidang Pengadaan Darah UDD PMI Provinsi DKI Jakarta dr. Dian Winarti, M.Biomed dengan dipandu oleh Bayu Pradhana pada Selasa (16/3/2021).

Dalam kesempatan ini, dr. Dian Winarti menginformasikan bahwa bagi yang ini mendonorkan plasmanya harus mengikuti beberapa syarat yang sudah ditentukan.

“Syarat umum sama seperti donor darah biasa tetapi ada syarat tambahan untuk donor plasma konvalesen. Pertama pendonor mempunyai bukti swab PCR terkonfirmasi positif Covid-19, syarat kedua mempunyai surat keterangan sudah negatif Covid-19 atau surat selesai isolasi mandiri, yang ketiga yaitu berat badan minimal 55 kg dan untuk rentang waktunya adalah minimal 14 hari dari negatif dan maksimum 3 bulan dari negatif,” jelas dr. Dian.

Dia juga menambahkan bahwa bagi masyarakat yang sedang positif Covid-19 dan ingin mendapatkan terapi plasma juga mempunyai beberapa ketentuan yaitu harus ada surat permintaan dari rumah sakit yang bersangkutan.

“Jadi, pasien harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat mengenai baik buruknya terapi plasma, karena saat ini terapi plasma juga masih dalam tahap uji klinis. Kedua dokter terkait juga harus mengajukan permohonan dengan mengisi form dan memberikan sampel darah yang dikirim ke PMI yang memiliki plasma konvalesen tersebut," tambahnya.

Selain membahas plasma konvalesen, dr. Dian juga menyampaikan kesulitan PMI dalam memenuhi kebutuhan stok darah pasien selama pandemi.

“Sebagai informasi kami di PMI DKI Jakarta sendiri per harinya membutuhkan sekitar 800-1.000 kantong darah, dulu biasanya kami bisa memenuhi permintaan tersebut karena kami melakukan kegiatan donor darah di instansi-instansi atau ada juga teman-teman yang datang langsung ke PMI. Selama pandemi terjadi penurunan pendonor sekitar 50-60%. Ini sangat menyedihkan sekali karena banyak di luar sana yang tetap membutuhkan darah untuk operasi atau menyambung hidup dengan darah," ucapnya.

Oleh karena itu, sebagai upaya memenuhi kebutuhan kantong darah saat ini PMI Provinsi DKI Jakarta bergerak aktif dengan mengajak bahkan mendatangi komunitas atau instansi yang ingin mendonorkan darah.

Simak lebih lanjut Cerita Kita: Pentingnya Donor Plasma Konvalesen dan Donor Darah Umum Saat Pandemi di IGTV MNC Peduli pada link ini: https://www.instagram.com/tv/CMd8CLeAGY3/?igshid=1m9xoye23thy7.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini