Edhy Prabowo dan Istrinya Bakal Bersaksi di Sidang Suap Ekspor Benih Lobster

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 17 Maret 2021 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 337 2379063 edhy-prabowo-dan-istrinya-bakal-bersaksi-di-sidang-suap-ekspor-benih-lobster-x1mEfML7NQ.jpg Tersangka Edhy Prabowo saat di KPK (foto: Sindo)

JAKARTA - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana, menghadirkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo serta istrinya yang merupakan anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi, pada sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait perizinan ekspor benih bening (benur) lobster, hari ini.

Selain Edhy Prabowo dan Iis Rosita, tim Jaksa juga memanggil enam saksi lainnya untuk bersaksi di sidang hari ini. Keenam saksi yang diminta untik hadir tersebut yakni, Model cantik sekaligus Mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Edhy Prabowo, Anggia Putri Tesalonika; Kabag Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan, Desri Yanti.

Baca juga:  Pengusutan Kasus Suap Edhy Prabowo, KPK Panggil Seorang Wiraswasta

Kemudian, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andhika Anjaresta; Staf Andhika Anjaresta, Dwi Kusuma Wijaya; Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik, Chandra Astan; serta Staf Menteri Kelautan dan Perikanan, Ahmad Syaihul Anam. Mereka akan bersaksi untuk terdakwa Suharjito.

"Ya itu saksi sidang untuk terdakwa Suharjito, Rabu tanggal 17 Maret 2021," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (17/3/2021).

Baca juga:  KPK Sita Rumah Mewah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Bekasi

Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sekira pukul 10.00 WIB. Edhy Prabowo kemungkinan besar akan bersaksi secara virtual dari Gedung KPK karena masih menjalani masa penahanan serta untuk mencegah penyebaran virus Corona. Sementara saksi lainnya akan dihadirkan secara langsung.

Dalam perkara ini, Pemilik sekaligus Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito didakwa telah menyuap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo sebesar 103.000 dolar AS atau setara Rp1,4 miliar dan Rp706.055.440 (Rp706 juta). Total keseluruhan suap yang diberikan Suharjito untuk Edhy Prabowo tersebut ditaksir mencapai Rp2,1 miliar.

Suap sebesar Rp2,1 miliar tersebut, disebut-sebut untuk mempercepat proses rekomendasi persetujuan pemberian izin budidaya sebagai salah satu syarat pemberian izin ekspor Benih Bening Lobster (BBL) kepada PT. Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP). Atau dengan kata lain, suap itu untuk memuluskan PT DPPP memperoleh izin ekspor benih lobster.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini