PPP Usul 'Pencoblosan' Pilkada Serentak Digelar Desember 2024

Rakhmatulloh, Sindonews · Rabu 17 Maret 2021 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 337 2379049 ppp-usul-pencoblosan-pilkada-serentak-digelar-desember-2024-JARupHX6W1.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR, Nurhayati Monoarfa menyatakan, pihaknya mengusulkan agar pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 dilakukan bulan Desember 2024. Hal ini disampaikan Nurhayati mengingat sesuai UU Pilkada, jadwal Pilkada diusulkan November 2024.

Nurhayati membeberkan alasan kenapa Pilkada 2024 dilaksanakan Desember. Yaitu, agar ada jarak waktu yang layak antara Pelantikan Anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota (1 Oktober 2024), pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Piplres 2024 (20 Oktober 2024) dan pelantikan Menteri Kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden baru yang diperkirakan selambatnya akhir Oktober 2024.

"Jika diadakan pada November 2024, maka kebutuhan adanya jarak waktu yang layak tersebut tidak bisa kita penuhi," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: PKS Keukeuh Tolak Pilkada Serentak pada 2024

Politisi PPP itu menjelaskan lebih lanjut, secara spesifik pihaknya mengusulkan agar pencoblosan untuk Pilkada Serentak 2024 tersebut diadakan pada hari Rabu, tanggal 11 Desember 2024.

"Dengan demikian, masih ada jarak waktu 2 pekan untuk melakukan cooling down dan mempersiapkan dan mengkondisikan pengamanan Natal, 25 Desember 2024," papar dia.

Baca juga: Pilkada Digelar 2024, Pesona Anies, Ridwan Kamil hingga Ganjar Diprediksi Meredup

Untuk itu, pihaknya juga mengusulkan agar tahapan Pilkada serentak sudah dilakukan mulai 2023, dengan sejumlah catatan beriku, yaitu, Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 disiapkan dan dan ditetapkan sebagai satu paket keputusan DPS dan DPT Pileg dan Pilpres 2024.

Selain itu, pengajuan Pasangan Calon untuk Pilkada 2024 dilakukan sebelum penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2024, berdasarkan perhitungan komposisi kursi partai-partai dalam DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota hasil Pileg 2019. Sebab, jika membasiskan diri pada hasil Pileg 2024 sama sekali tak mungkin dilakukan.

Di sisi lain, pendaftaran hingga ke penetapan pasangan calon Pilkada 2024, sebaiknya diselenggarakan dalam rentang waktu Agustus-September 2024. Dengan demikian, awal November hingga 7 Desember 2024 dapat digunakan untuk kegiatan kampanye Pilkada, termasuk di dalamnya kampanye media dan Debat Publik. Lalu, 8-10 Desember menjadi masa tenang.

"Semua pihak, seluruh pemangku kepentingan, harus memiliki komitmen kuat dan melipatgandakan ikhtiar untuk menyukseskan Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024 sebagai pesta demokrasi yang sehat, penuh kegembiraan serta tanpa korban jiwa. Mari jadikan 2024 sebagai tahun kemenangan demokrasi dan kemenangan seluruh Rakyat Indonesia," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini