Kisah Bung Karno Sakit-sakitan dan Ganti Nama

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 17 Maret 2021 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 337 2378947 kisah-bung-karno-sakit-sakitan-dan-ganti-nama-FbxVB6q2Ji.jpg Bung Karno (Foto: istimewa)

JAKARTA - Roso Daras dalam buku "Total Bung Karno menuliskan tentang masa kecil Bung Karno yang sakit-sakitan. Ia mencuplik dari buku “Penyambung Lidah Rakyat” karya Cindy Adams.

Dalam buku yang berisi hasil wawancara wartawan Amerika yang pernah bertugas di Jakarta pada 1960-an itu, Bung Karno mengatakan:“Namaku ketika lahir adalah Kusno. Aku memulai hidup ini sebagai anak yang sakit-sakitan. Aku terkena malaria, disentri, semua penyakit dan setiap penyakit. Bapak berpikir, namanya tidak cocok. Kita harus memberikan nama lain supaya tidak sakit-sakitan lagi.”

Baca juga: Rahasia Jimat Kesaktian Bung Karno

"Kusno kecil mulai sakit-sakitan setelah ayahnya, Raden Soekeni, yang menjadi guru dimutasi oleh Pemerintah Hindia Belanda dari Surabaya ke Ploso, Jombang," ujar Roso.

Baca juga: Soekarno Kecil Diramal Ibunya Akan Jadi Pemimpin Besar

Saat itu, Kusno masih berusia enam bulan. Pindah ke daerah kering dan berkapur di deretan Pegunungan Kabuh, bayi Kusno menjadi sering sakit-sakitan. Bahkan, suatu ketika sampai pada masa kritisnya dan nyaris meninggal. Inilah yang membuat orang tuanya, Raden Soekeni dan Idayu Nyoman Rai Srimben, kebingungan

Di saat itulah Soekeni mendengar keberadaan seorang berkemampuan lebih yang sering dimintai tolong warga sekitar kala kesusahan. Termasuk, kala mendapatkan penyakit. Orang-orang menyebutnya dengan nama Denmas Mendung. Tinggalnya di Kedungpring, Kabuh. Berjarak sekitar empat kilometer dari tempat tinggal Soekeni.

Dalam keadaan kritis, bayi Kusno yang belum genap setahun digendong Soekeni untuk dilarikan ke rumah Denmas Mendung. Ditemani seorang tetangga, mereka menaiki dokar menembus jalanan hutan Kapur.

Sesampaiainya di sana, Soekeni menunggu di luar. Bayi Kusno di bawa masuk kepada Denmas Mendung oleh tetangganya. Orang ‘sakti’ yang asaI usulnya misterius bagi penduduk sekitar itu bersedia menolongnya.

"Namun, dia mempunyai syarat. Yakni, jika Tuhan berkehendak untuk menyembuhkannya, ia ingin mengambil bayi Kusno sebagai anak angkatnya. Selain itu, nama Kusno harus diganti karena nama tersebut terlalu berat bagi sang bayi," jelasnya.

Soekeni tidak keberatan. Hingga, singkat cerita, lewat tangan Denmas Mendung, Tuhan menyembuhkan bayi Kusno yang kala itu sudah tidak bisa apa-apa dan nyaris meninggal.

Soekeni pulang dengan hati girang bukan kepalang. Dia tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan. Kabar gembira itu pula yang langsung disampaikannya kepada sang istri, Idayu Nyonian Rai, setiba di rumah. Idayu pun menyambut penuh syukur. Tapi, dia sangat penasaran dengan sosok Denmas Mendung itu.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini