11 Jam Geledah Kantor Bupati Bandung Barat, Penyidik KPK Sita Sejumlah Dokumen

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 16 Maret 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 337 2378921 11-jam-geledah-kantor-bupati-bandung-barat-penyidik-kpk-sita-sejumlah-dokumen-4NLoDv4JvK.jpg Penyidik KPK sita sejumlah dokumen dari kantor Bupati Bandung Barat (Foto : Sindo/Adi)

BANDUNG BARAT - Setelah melakukan penggeledahan selama 11 jam, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meninggalkan kantor Bupati Bandung Barat, pada Selasa (16/3/2021) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Belasan petugas KPK keluar dengan membawa sejumlah dokumen sebanyak dua koper besar bewarna hitam dan satu buah ransel tanpa memberikan keterangan ke awak media. Penggeledahan tersebut dikabarkan terkait dugaan korupsi dalam penanganan Covid-19.

Selanjutnya, dokumen tersebut langsung dibawa menggunakan dua buah mobil milik KPK dan langsung bergegas meninggalkan gedung Pemda KBB.

Keberadaan petugas KPK yang melakukan penggeledahan di kompleks Pemda KBB sejak pukul 09.00 WIB tersebut, diduga kuat terkait dengan kasus korupsi bansos yang terjadi di KBB.

Berdasarkan pengamatan, selain menggeledah ruangan kantor bupati, petugas KPK juga melakukan pengambilan data ke hampir semua ruangan kantor yang ada di Setda KBB. Di antaranya ruang Bagian Rumah Tangga dan Umum, Ruang Keuangan, dan Humas, dll.

Kabag Rumah Tangga Setda KBB, Aa Wahya mengakui ada petugas KPK yang masuk ke ruangannya. Petugas kemudian meminta data khususnya di bagian bendahara yang menyangkut keuangan. Sementara di ruang Pembantu Pengeluaran Bendahara Keuangan, MPK mempertanyakan file tentang gaji dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

"Tadi ada yang memeriksa ke ruangan, ya kita kooperatif apa yang mereka tanyakan kami sampaikan," ucapnya.

Baca Juga : Sprindik KPK Diduga Bocor, Bupati Bandung Barat Jadi Tersangka?

Dirinya juga sudah diintruksikan oleh Sekda KBB Asep Sodikin untuk diam di tempat selama pemeriksaan KPK dan membantu apa-apa yang dipertanyakan. "Kita diperintahkan supaya stand by sama Pak Sekda, dari mulai para asisten sampai kabag di bagian Setda, sampai pemeriksaan KPK selesai," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini