Share

Disindir DPR, Doni Monardo: Saya Tidak Menawarkan Diri Jadi Bintang Iklan!

Rakhmatulloh, Sindonews · Selasa 16 Maret 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 337 2378910 disindir-dpr-doni-monardo-saya-tidak-menawarkan-diri-jadi-bintang-iklan-RXWbpCpDNM.jpg foto: ist

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendapatkan pertanyaan dari Anggota Komisi VIII DPR, Rudi Hartono terkait banyaknya foto dan video dirinya baik yang muncul di spanduk, baliho maupun layanan televisi tentang perihal penanganan Covid-19.

Pasalnya, Rudi teringat anggaran komunikasi publik yang dinilainya terlalu banyak ditayangkan di televisi maupun baliho.

(Baca juga: Melintas Secara Ilegal, Prajurit TNI Amankan 17 Buruh Migran)

"Maksudnya apakah mau nyalon atau apa itu pak? apakah itu anggaran komunikasinya dari situ? Saya mau jawaban bapak itu," tanya Rudi dalam rapat bersama antara BNPB dengan Komisi VIII di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Mendengar pertanyaan Rudi, Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 ini mengatakan bahwa secara pribadi dirinya tidak tahu kalau 'komunikasi publik' dimaksud menayangkan foto dan video dirinya. Dia mengatakan tidak pernah membayar secara langsung karena sifatnya sukarela, termasuk tayangan iklan di televisi.

(Baca juga: Bom Meledak di Kota Batu, Satu Orang Tewas dan Seorang Polisi Luka Parah)

"Jadi kalau bapak melihat dari awal, tidak ada 1 rupiah pun anggaran pemerintah untuk televisi, itu semuanya adalah iklan layanan masyarakat dan saya tidak pernah meminta diri saya untuk ditayangkan di televisi pak," jawab Doni.

"Dan Pak Doni saya kira masih layak lah kalau foto pak doni, yang gak layak itu foto pak mukhlas (Anggota Komisi), itu gak layak. Lanjut pak doni," timpal Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto yang memimpin sidang yang disambut tawa peserta rapat.

Doni pun melanjutkan jawabannya bahwa dia mengaku tak ingin tampil. "Jadi kalau toh mereka menayangkan ada gambar saya, kalau boleh dihapus, hapus saja pak," ucap mantan Danjen Kopassus itu.

Terhadap jawaban Doni, Rudi pun masih menggali lebih lanjut. Ia mengaku melihat sepanjang jalan Thamrin dirinya melihat banyak gambar besar yang semuanya gambar Doni. Rudi lalu menanyakan anggaran yang dipakai untuk biaya iklan itu.

"Makanya siapa yang bayar pak, apakah dana iklan itu?" tanyanya.

Doni Monardo menjelaskan bahwa anggaran yang dipakai adalah anggaran komunikasi publik yang bersifat kerjasama dengan media, tapi bukan dalam bentuk iklan .

"Jadi BNPB, Satgas, tidak pernah membayar iklan pak. Jadi kalau iklan layanan masyarakat menayangkan sesuatu, itu adalah inisiatif dari media sendiri pak. Kecuali program yang sifatnya jurnalisme perubahan perilaku yang kami melibatkan sekitar 5 ribu lebih wartawan yang bergabung program ini pak," ungkapnya.

"Kemudian program bersama dengan televisi yang kami bayarkan. Itu pun berlangsung selama 3 bulan," sambung Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu.

Setelah tiga bulan itu, lanjut Doni, pihaknya mengaku belum ada anggaran lagi yang disediakan Dirjen.

"Sebelum bulan Oktober, ada iklan-iklan layanan masyarakat itu sama sekali tidak mengeluarkan biaya pemerintah pak, nol persen pak. Dan itu karena permintaan dari mereka sendiri dan saya tidak pernah menawarkan diri saya untuk menjadi bintang iklan pak," tegas Doni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini