Share

Melintas Secara Ilegal, Prajurit TNI Amankan 17 Buruh Migran

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 16 Maret 2021 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 337 2378894 melintas-secara-ilegal-prajurit-tni-amankan-17-buruh-migran-M1THXzXH4m.jpg Foto: TNI AD

SAMBAS – Personel Pos Koki Sajingan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas TNI AD, mengamankan 17 orang yang melintas secara ilegal pada Selasa (16/3/2021).

(Baca juga: Ruli Lemas Pagar Beton Miliknya yang Tutup Akes Jalan Dibongkar Satpol PP)

Ketujuh belas orang tersebut melintas batas secara ilegal melalui jalur non-prosedural di Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa, mengatakan, jalur-jalur ilegal memang sering dilalui oleh pelintas batas ilegal tanpa melalui prosedur keimigrasian yang benar, sehingga perlu pengamanan yang ketat guna mencegah penyelundupan melalui jalur-jalur tersebut.

(Baca juga: Panglima TNI Bahas Perkembangan Proyek Jet Tempur Canggih dengan Korsel)

“Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sektor barat ini tingkat kerawanan pelintas batas ilegal, penyelundupan barang serta kegiatan-kegiatan ilegal lainnya masih tinggi,”ujarnya.

Dansatgas menambahkan, dari tingkat kerawanan kegiatan penyelundupan yang cukup tinggi tersebut, maka diberlakukan pengawasan yang ketat dengan melaksanakan patroli setiap hari guna mencegah segala bentuk kegiatan ilegal.

Di tempat terpisah, Danpos Sajingan Lettu Inf Anshari mengungkapkan, ketujuh belas Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan di jalur ilegal karena tidak memiliki identitas/dokumen yang lengkap ketika diperiksa oleh personel yang melaksanakan patroli.

“Selanjutnya kita amankan ketujuh belas PMI ilegal tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Ketujuh belas PMI yang bekerja di Malaysia dan akan kembali ke Indonesia melewati jalur tidak resmi tersebut berasal dari berbagai Provinsi seperti Jateng, Jatim, Kalbar dan NTB.

Selanjutnya Satgas Yonif 642/Kapuas menyerahkan tujuh belas orang tersebut ke pihak Imigrasi PLBN Aruk untuk proses lebih lanjut, serta Karantina guna menjalani pengecekan protokol kesehatan terkait penanganan penyebaran Covid-19 termasuk rapid test.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini