KPK Geledah Rumah & Kantor Bupati Bandung Barat Terkait Korupsi Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 16 Maret 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 337 2378757 kpk-geledah-rumah-kantor-bupati-bandung-barat-terkait-korupsi-bansos-covid-19-DOXTBkCx4O.jpg Ali Fikri (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi dan kantor Bupati Bandung Barat, Aa Umbara pada hari ini, Selasa (16/3/2021). Penggeledahan itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

"Iya (benar penggeledahan di Bandung Barat). Nanti akan di-update untuk geledahnya," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah pribadi diduga milik Aa Umbara yang digeledah terletak di daerah Lembang, Bandung Barat. Sementara kantor Bupati Bandung Barat berlokasi di kawasan Ngamprah, Jawa Barat. Belum diketahui apa saja yang diamankan tim penyidik KPK dalam giat penggeledahan itu.

Sebelumnya, Ali mengakui bahwa pihaknya saat ini sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. Kasus yang diawali dari proses penyelidikan itu, saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.

"Benar saat ini KPK telah menaikkan ke tahap penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," kata Ali.

Baca Juga : Ketua KPK Wanti-Wanti Kepala Daerah di Jabar

Sejalan dengan ditingkatkannya kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan, maka KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan secara detail siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Uraian lengkap dari kasus ini dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum dapat kami sampaikan kepada publik secara terbuka," ujar Alim

"Pengumuman tersangka akan disampaikan saat tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan," sambungnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini