Pengusutan Kasus Suap Edhy Prabowo, KPK Panggil Seorang Wiraswasta

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 16 Maret 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 337 2378516 pengusutan-kasus-suap-edhy-prabowo-kpk-panggil-seorang-wiraswasta-GM3IbId5sb.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil seorang wiraswasta bernama Ade Mulyana Saleh, terkait kasus suap perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur.

Ade bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka. Yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Yang bersangkutan bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Sebelumnya, tim penyidik KPK telah melakukan penyitaan berupa uang tunai sebesar Rp52,3 miliar terkait kasus ini.

Baca juga: Kasus Benur, KPK Periksa Pihak Swasta Terkait Sitaan Duit Rp52,3 Miliar

"Jadi hari ini tim penyidik KPK melakukan penyitaan aset berupa uang cash atau uang tunai sebesar Rp52,3 miliar," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/3/2021).

Uang tersebut disita dari para eksportir benih bening lobster. "Diduga berasal dari para eksportir yang telah mendapatkan izin dari KKP untuk melakukan ekspor benih lobster tahun 2020," kata Ali.

Baca juga: KPK Sita Rumah Mewah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Bekasi

Ali menjelaskan, penyitaan uang dilakukan karena tersangka Edhy Prabowo sebelumnya telah memerintahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat surat perintah tertulis. terkait dengan penarikan jaminan bank dari para eksportir kepada Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

"Kemudian Kepala BKIPM memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Soekarno Hatta untuk menerima bank garansi dari masing-masing Eksportir yang dapat izin tersebut," ungkap Ali.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap dalam kasus ekspor benur.

Selain Edhy, KPK juga telah menetapkan enam tersangka lainnya dalam kasus ini. Mereka adalah Stafsus Menteri KKP, Safri; staf khusus Menteri KKP, Andreau Pribadi Misata (APM); Pengurus PT ACK, Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri KKP, Ainul Faqih (AF); dan Amiril Mukminin (AM).

Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini